Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kisah WNI Berpuasa di Eropa

Dono Berpuasa 18 Jam di Kota Manchester Inggris

Yang berarti siang hari di Inggris menjadi 18 jam, atau lebih lama dibanding malam hari.

Editor: Kander Turnip
istimewa
DONO WIDIATMOKO WNI di Manchester Inggris 

Dono Berpuasa 18 Jam di Kota Manchester Inggris

TRIBUN-BALI.COM, MANCHSTER - Dono Widiatmoko, pengajar Program Pasca Sarjana Bidang Kesehatan Masyarakat University of Derby, Inggris bersama istri dan tiga anaknya, kini tinggal di sebuah kompleks dekat dengan Bandara Manchester.

Dono menceritakan, di Manchester, semua umat Islam berpuasa lebih lama dibandingkan yang ada di Indonesia.

Sejak tahun 2001 bersama keluarganya sudah tinggal di Kota Manchester.

Pada 2015 Doni sempat kembali ke Indonesia.

Namun di tahun 2019 Dono dan keluarga kecilnya kembali ke Inggris, tepatnya ke kota Manchester.

Bulan Ramadhan kali ini tiba bertepatan dengan musim panas di Inggris.

Tomy Berpuasa Lebih Lama, Subuh Jam 02.00 Berbuka Jam 20.00

Arema FC Tunggu Keputusan PSSI tentang Kelanjutan Liga 1 2020, Begini Harapannya

Yang berarti siang hari di Inggris menjadi 18 jam, atau lebih lama dibanding malam hari.

"Kami mulai menjalankan ibadah puasa mulai pukul 04.20 waktu Inggris. Waktu Magrib, matahari terbenam sekitar pukul setengah sembilan waktu setempat. Hampir 18 jam kita menjalankan puasa pada siang hari ," Dono menjelaskan.

Berbeda dengan sebelumnya, Ramadan kali ini Dono dan keluarga juga umat Muslim dunia lainnya, berpuasa di tengah pandemi Covid-19.

Inggris salah satu negara dalam kondisi darurat kesehatan karena pandemi tersebut.

Jumlah kasus Covid-19 di Inggris terus bertambah.

Persebaya Rilis Jersey Alternate Langka dan Berteknologi Tinggi di Tengah Covid-19

Kontrak Kim Jeffrey akan Habis, Dia Belum Tahu Nasibnya di Persib

Bahkan, Perdana Menteri Britania Raya Borish Johnson turut tertular pandemi tersebut.

Kebijakan social distancing dan bekerja serta belajar dari rumah pun resmi berlaku sejak pandemi tersebut terus mengganas. Tak terkecuali untuk kota Manchester.

"Saat Covid-19 ini jadi memang berbeda. Karena kita tidak boleh keluar rumah. Saat ini semua kegiatan hanya bisa dilakukan di rumah saja, kecuali untuk orang-orang yang memang pekerjaannya membutuhkan tetap keluar rumah," kata Dono bercerita.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved