Corona di Bali

Ruang Isolasi BRSU Tabanan Sudah Dilengkapi Tekanan Negatif, Lebih Aman untuk Tenaga Medis & Pasien

Alat tersebut berfungsi sebagai sterilisasi udara sehingga dengan kondisi itu udara akan aman bagi pasien dan petugas medis serta aman

Istimewa
Suasana di Ruang Isolasi BRSU Tabanan yang kini sudah terpasang Alat Tekanan Negatif, Selasa (28/4). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ruang Isolasi BRSU Tabanan saat ini telah dilengkapi dengan alat tekanan negatif.

 Alat tersebut sudah selesai dipasang, Selasa (28/4/2020).

Alat tersebut berfungsi sebagai sterilisasi udara sehingga dengan kondisi itu udara akan aman bagi pasien dan petugas medis serta aman juga untuk lingkungan.

Dirut BRSU Tabanan, dr I Nyoman Susila mengatakan, pemasangan alat tekanan negatif tersebut telah rampung dilakukan Selasa (28/4).

Gubernur Bali Instruksikan Desa Adat Data PMI & Orang Tiba dari Luar Daerah, Akademisi: Salah Kaprah

Gelar Safari Politik ke Bangli, Sugawa Korry Monitor Satgas Covid-19 Golkar

Pemain Bali United Platje Pilih Tetap Tinggal di Bali, Sebut di Belanda & Seluruh Eropa Situasi Sama

Pembelian alat yang berfungsi mensteril udara tersebut tak lepas dari bantuan CSR yang diperjuangkan Pimpinan Daerah.

"Saat ini ruangan isolasi kita di BRSU Tabanan sudah terpasang alat tekanan negatif. Sudah dipasang per hari ini," katanya Selasa (28/4).

Dr Susila menjelaskan, alat tekanan negatif tersebut berfungsi sebagai sterilisasi udara.

Sistemnya adalah udara yang ada di dalam ruangan isolasi tersebut kemudian masuk ke mesin dan disterilkan dengan hepa filter.

Setelah itu kondisi udara akan menjadi aman untuk pasien maupun petugas medis yang bertugas di ruangan tersebut.

"Jadi fungsinya steril udara. Sehingga dengan filter tersebut udara akan aman bagi pasien dan petugas medis. Artinya tidak mencemari lingkungan," jelasnya.

Untuk diketahui, Ruang Isolasi BRSU Tabanan berkapasitas 7 bed.

 Sejak beberapa lalu, BRSU Tabanan menjadi rumah sakit rujukan yang merawat pasien terinfeksi virus Corona.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika mengatakan, kesiapan antisipasi virus Corona ini sudah dilakukan dengan membentuk tim (dokter spesialis) dan memberikan pemahaman serta wawasan mengenai virus tersebut.

Tim tersebut terdiri dari berbagai spesialis penyakitnya seperti spesialis paru, saraf, penyakit dalam, dan lain sebagainya.

Dia menjelaskan, untuk kesiapannya adalah ruangan isolasi berjumlah dua ruangan dan dilengkapi dengan 7 bed (tempat tidur). (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved