Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Masih Terjadi Saat Panen Raya Padi di Bangli

Panen raya tanaman padi akan berlangsung pada bulan April hingga Mei 2020 ini, namun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) justru mengganas

Istimewa
Petugas dinas PKP ketika melakukan pengamatan hama dan penyakit tanaman di Subak Bangkiang Sidem Desa Bangbang, Tembuku. Selasa (28/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Panen raya tanaman padi akan berlangsung pada bulan April hingga Mei 2020 ini.

Kendati demikian, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) justru terasa mengganas, sehingga berpotensi menurunkan hasil produksi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, berdasarkan jumlah pendataan selama tiga bulan terakhir, terdapat beberapa jenis serangan OPT di Bangli, Bali .

Mulai dari Blass, Kresek, Bercak Coklat, Tungro, Tikus, Penggerek Batang, hingga Walang Sangit.

“Dari pendataan tiga bulan terakhir, luas lahan yang terdampak sebesar 706 hektare,” ujarnya, Selasa (28/4/2020).

Pasek Rindukan Euforia di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar

Pemkab dan Pemkot se-Bali Galakkan Rapid Test bagi PMI yang Sedang Dikarantina

Minuman Ini Bikin Pelatih Bali United Teco Tenang dan Kurangi Ketegangan Saat Pertandingan

Serangan hama penyakit menyebar di sejumlah wilayah kecamatan.

Seperti serangan hama tikus yang tercatat di wilayah Kecamatan Bangli, Susut, dan Tembuku.

Penyakit Blass yang tercatat di Kecamatan Susut.

Begitupun dengan penyakit bercak coklat yang juga ditemukan di Kecamatan Susut.

Meskipun terdapat beragam serangan OPT, Sarma menyebut jumlah produksi padi yang dihasilkan selama tiga bulan terakhir mencapai 3570,5 ton.

Menurutnya jumlah tersebut tergolong sedang.

Sarma menyebut, pada April hingga Mei ini memasuki panen raya padi.

Ia juga tidak memungkiri sekalipun memasuki panen raya, maka serangan hama masih tetap ada.

Kendati demikian, intensitas serangan hama justru dirasa lebih sedikit daripada bulan lain.

“Yang paling mendominasi untuk bulan April hingga Mei adalah serangan hama tikus dan blas. Karenanya ada potensi jumlah produksi yang dihasilkan pada bulan tersebut mengalami peningkatan. Dan kami optimis mampu memenuhi target produksi padi tahunan sebesar 15.580 ton untuk tahun ini,” ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved