Corona di Bali
Pemprov Bali Terima Bantuan Logistik Alat Kesehatan dari BPD dan Politeknik Negeri Bali
Total bantuan senilai Rp 162 juta dari BPD Bali diserahkan dalam bentuk barang diantaranya berupa masker sebanyak 17.000 pcs, thermogun 10 pcs, baju
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menerima bantuan logistik dalam penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Politeknik Negeri Bali.
Bantuan logistik penanganan Covid-19 tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra yang didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Made Rentin di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2020).
Total bantuan senilai Rp 162 juta dari BPD Bali diserahkan dalam bentuk barang diantaranya berupa masker sebanyak 17.000 pcs, thermogun 10 pcs, baju lapangan 230 pcs, dan wastafel 10 pieces.
Sementara bantuan Politeknik Negeri Bali berupa automatic hand sanitizer sebanyak 3 pcs, hand sanitizer 5 liter sebanyak 10 jerigen, Alat Pelindung Diri (APD) 200 unit, wastafel 7 set, thermogun 8 unit, face shield 200 unit, masker 13.000 pieces, slop tangan karet 2000 pcs dan baju pasien 60 set.
• Update Virus Corona di Bali – Hari Ini Nihil Penambahan Kasus, 8 Orang Dinyatakan Sembuh
• Perbekel Tak Ketahui Sumber Gerombolan Cacing Sepanjang 10 Meter, Pemilik Rumah Diminta Nunasang
• Selama Bulan Suci Ramadhan, Masjid Baitul Makmur Denpasar Bagikan Ratusan Takjil ke Warga
"Bantuan ini akan diserahkan kepada tenaga medis, pasien dan masyarakat yang membutuhkan," kata Dewa Indra yang juga sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu.
Menurutnya, tidaklah penting berapa jumlah donasi yang disalurkan, namun bentuk kepedulianlah yang harusnya perlu diapresiasi karena adanya kesadaran bahwa persoalan Covid-19 adalah tanggung jawab bersama.
Keyakinan untuk bersinergi dalam bekeerja, kata dia, adalah hal yang diperlukan saat ini, karena segala bentuk dari dampak penyebaran Covid-19 menjadi tanggung jawab semua pihak.
Apalagi virus ini bukan hanya di rasakan di Bali atau Indonesia saja, melainkan seluruh makhluk di dunia juga merasakannya.
Mengenai kasus positif Covid-19 di Bali yang berasal dari transmisi lokal terus bertambah, Dewa Indra mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk atau produk dari ketidakdisiplinan.
Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dir,tetap disiplin dan mengutamakan kesehatan diri, keluarga serta lingkungan sekitar.
Mengenai transmisi lokal di Bangli dan Karangasem, Dewa Indra mengaku sudah memerintahkan Bupati Bangli I Made Gianyar untuk memantau perkembangan warganya.
Guna mencegah keterlambatan dalam penanganan, Dewa Indra memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali untuk melakukan rapid tes di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli.
“Semua warga di banjar tersebut akan di rapid test, karena kita semua tidak ada yang tahu siapa yang terinfeksi dan tidak, terutama jika masih ada pekerja migran Indonesia yang datangnya lebih awal dengan status orang tanpa gejala. Ini yang sangat bahaya dan ditakutkan akan semakin menyebarkan penularan yang tidak disengaja," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemprov-bali-terima-bantuan-logistik-alat-kesehatan-dari-bpd-dan-politeknik-negeri-bali.jpg)