Corona di Bali

Rara Bisa Layani 10 Orang Per Hari, Pesanan Membaca Tarot Meningkat Saat Pandemi Covid-19

Dalam masa pandemi Covid-19, antusias masyarakat untuk membaca peruntungan lewat kartu tarot cenderung meningkat.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Mbak Rara atau RR Istiati Wulandari sang peramal yang kini menetap di Bali. 

Dalam meditasinya, ia selalu melihat sosok seorang Maha Rsi dan karena itu ia selalu ingin pindah ke Bali.

Setelah bercerai pada November 2014, ia bertemu dengan Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi atau Cok Rat bersama sang istri pada tahun 2015 di sebuah acara Komunitas Spiritual Indonesia.

Di sana ia mengutarakan keinginannya untuk datang ke Bali dan ingin mencari guru spiritual dari Bali.

"Kalau tidak salah itu Maret 2015, dan waktu itu saya bilang saya Rara, saya janda, saya ingin cari guru orang Bali, dan Cok Rat menanyakan apa kemampuan saya, saya bilang bisa ngeramal dan Cok Rat mau mengangkatnya sebagai murid tapi harus mandiri tanpa memberatkan orang lain," tuturnya.

Rara melanjutkan, "Bilang bisa ngeramal saya ditanya lagi, bisa ngeramal apa, jangan cuma ngeramal aur-auran. Waktu itu temen-temen banyak bisa tarot dan saya bilang bisa tarot, padahal belum bisa," katanya.

Selanjutnya Cok Rat memberikan sebuah tantangan untuk meramal teman-teman politikusnya di DPD dan sekaligus mencari biaya untuk datang ke Bali.

Ia pun langsung belajar tarot dan meminta tarot dari seorang ahli Feng Shui yakni Koh Gunadi.

Karena ia bisa berbicara dengan roh, ia pun belajar tarot ini dari Ani Sekarningsih tokoh yang memperkenalkan tarot di Indonesia dan membuat tarot wayang.

"Saya waktu itu pusing harus belajar baca 78 kartu tarot, dan karena bisa ngobrol dengan arwah, saya cari di Google cari gambar Bu Ani Sekarningsih dan saya ngobrol dengan arwahnya di alam gaib, saya belajar dengan Ani Sekarnigsih itu. Banyak yang bilang kalau saya saat itu pakai teknik visualisasi, ada yang bilang halusinasi juga tapi saya memang beneran belajar dari bu Ani," katanya.

Sore sekitar pukul 15.00, ia berangkat dari Salemba menuju ke DPD.

"Di sana ngeramal politisi, tak ramal semua, sampai sore jam 6 sore dapat Rp 3.5 juta dan bisa buat beli tiket ke Bali," katanya.

Ia ke Bali pada Maret 2015 dan sampai di Bali menuju ke Puri Satria.

Sampai di puri, Cok Rat menyarankan pada dirinya untuk pergi ke Pura Besakih dan beberapa pura lainnya.

Kini Rara telah menjadi pawang hujan bahkan dipercaya saat perhelatan Asian Games, Piala AFC, dan bahkan saat pernikahan Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution.

Selain itu ia juga membaca nasib beberapa artis lewat kartu tarot seperti Syahrini dengan Reino Barack, Ayu Tingting, hingga Luna Maya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved