Breaking News:

Kisah Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, Pencetus Taman Siswa hingga Tut Wuri Handayani

Hari Pendidikan Nasional diperingati untuk menghormati jasa-jasa dari Ki Hadjar Dewantara

Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Dok. KOMPAS
Ki Hajar Dewantara diabadikan 11 Maret 1959, sebulan sebelum meninggal.(Dok. KOMPAS) 

Ia dianggap telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.

Ki Hadjar ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959.

Kisah Ki Hadjar Dewantara

Banyak kisah tentang Ki Hadjar Dewantara, yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Ia tidak menginginkan namanya diabadikan sebagai nama jalan atau taman-taman.

Hal itu ternyata merupakan wasiat Ki Hadjar Dewantara kepada keluarganya, sebelum mengembuskan napas terakhir pada 26 April 1959.

Melansir artikel lain dari Harian Kompas edisi 23 April 1985, pihak keluarga dan Majelis Luhur Taman Siswa telah menyampaikan hal ini kepada seluruh wali kota dan bupati se-Indonesia.

Surat berisi informasi yang sama juga pernah dikirimkan kepada seluruh menteri di Kabinet Pembangunan III.

Dalam surat itu, dilampirkan kesaksian dari pihak Taman Siswa dan keluarga yang benar-benar mendengar dan mengetahui wasiat itu.

Beberapa di antaranya yang menjadi saksi adalah ketiga putra dan putri Ki Hadjar Dewantara yaitu Ki Subroto Arya Mataram, Nyi Ratih Saleh Lahade, dan Ki Sudiro Alimurtolo.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved