Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wiki Bali

WIKI BALI - Peringati Hardiknas 2020, Bkraf Denpasar Gelar Lomba Film Dokumenter

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2020, Badan Kreatif (BKraf) Denpasar menyelenggarakan lomba film dokumenter

Penulis: Noviana Windri | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Foto istimewa dari Humas Bkraf 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2020 sekaligus untuk menyemangati anak-anak muda menjalankan swa karantina di masa pandemi Covid-19, yang dikenal dengan gerakan work from home (WFH), Badan Kreatif (BKraf) Denpasar menyelenggarakan lomba film dokumenter yang melibatkan sekaa teruna-teruni (STT) di seluruh banjar di Kota Denpasar, Bali.

Tema dari lomba ini adalah 'Kalahkan Wabah Dari Rumah'.

Di mana peserta diwajibkan untuk membuat karya film dokumenter yang menampilkan upaya yang dilakukan diri sendiri di dalam rumah saat melakukan swa karantina (WFH) untuk mencegah penularan Covid-19 atau upaya yang dilakukan oleh masyarakat banjar setempat yang bahu-membahu memajukan dan menjaga kesehatan bersama di banjar bersangkutan.

Klub Inggris Ini Nyaris Satukan Messi & Cristiano Ronaldo Bermain Satu Tim & Jadi Penyesalan Wenger

Keakuratannya Diragukan, Dinkes Klungkung Nyatakan Tak Gunakan Alat Rapid Test Vivadiag.

Telkomsel Donasikan 1.800 APD ke 12 Rumah Sakit di Jawa Bali Nusra, Dukung Penanganan Covid-19

Lomba ini terselenggara atas dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Pemkot Denpasar.

Ketua Pelaksana Harian BKraf Denpasar, I Putu Yuliartha mengatakan, bahwa program ini diselenggarakan sebagai bentuk pelibatan anak-anak muda untuk berkreativitas mengisi hari-hari yang membosankan akibat pandemi Covid-19 dengan kegiatan yang produktif.

“Melalui Pilem Mebarung, kami mengajak anak-anak muda kreatif yang tergabung dalam STT di seluruh Kota Denpasar untuk membuat film dokumenter yang selain dapat membunuh kebosanan juga menjadi jalan untuk membangun langkah ke masa depan,” paparnya.

Menurut Putu Lengkong, demikian ia akrab disapa, pandemi ini telah sedemikian hebat membatasi hubungan fisik antar manusia bahkan antar negara.

Satu di antara sedikit media yang mampu menembus hambatan tersebut adalah film, terkhusus film dokumenter.

Karena itu dengan 'Pilem Mebarung' pihaknya ingin menggerakkan potensi yang ada di Kota Denpasar sebagai rintisan yang sangat memungkinkan berkibar saat kondisi telah membaik nanti.

“Potensi film sebagai alternatif bisnis pasca pandemi cukup besar. Maka sekaranglah saatnya kita merintis jalan. Begitu situasi normal, kita sudah siap. Sudah kuat,” tandas Lengkong.

Ia menambahkan, bahwa Pilem Mebarung sejatinya merupakan program lama yang telah disiapkan sejak 2019, namun terhalang karena pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana menegaskan, bahwa sebagai penanggungjawab laju ekonomi kreatif di Kota Denpasar, pihaknya selalu menyokong setiap upaya pemajuan aktivitas kreatif yang berdampak langsung maupun tidak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya sangat berkepentingan agar spirit kreatif masyarakat tetap membara.

“Karena itu kami merancang berbagai program untuk menjaga gairah kreatif masyarakat sebagai media ekspresi di masa pandemi. Setelah sitisasi berganti, gairah kreatif yang terjaga itu akan menjadi modal untuk membangun kesejahteraan,” ucapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved