Corona di Bali
Hindari Kerumunan Orang di Sekolah, Disdikpora Badung Rancang Sistem PPDB Online
Penerapan sistem online yang dilaksanakan pun, buntut dari pemerintah pusat mengeluarkan yang merancang PPDB Secara Daring.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mulai merancang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.
Penerapan sistem online yang dilaksanakan pun, buntut dari pemerintah pusat mengeluarkan yang merancang PPDB Secara Daring.
Hal itu dikeluarkan melalui kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudanaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, I Ketut Widia Astika, membenarkan ada kebijakan khusus terkait PPDB di tengah pandemi Covid-19.
• Pemkot Denpasar Beri Relaksasi Pajak kepada Pelaku Usaha & Warga Selama 3 Bulan Kedepan
• Bunuh Bos Toko Bangunan Karena Sakit Hati Dicaci Maki, Sakim Fadillah Dituntut 15 Tahun Penjara
• BLT Dana Desa di Gianyar Sudah Cair, Desa Sayan Dapat Jatah 30 KK
Pihaknya pun mengaku kini merancang penerapan PPDB secara online.
"Iya, untuk PPDB SD (sekolah dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) kami masih merancang semuanya secara online mengacu pada kebijakan pusat, sehingga masyarakat bisa mendaftar dari rumah," ujar Widia Astika saat dikonfirmasi Selasa (5/5/2020).
Menurutnya, PPDB yang dilaksanakan secara daring ini guna menghindari kerumunan orang, sehingga menekan penyebaran wabah Covid-19.
"Kami sedang merancang peraturan bupatinya, begitu juga Juklak dan Juknisnya," katanya.
Terkait penerapan sistem zonasi, kata birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengatakan masih menunggu perkembangan kasus Covid-19.
• CEO Google Dapat Paket Kompensasi Senilai Rp 4,2 Triliun
• 5 Arti Mimpi Tentang Gigi, Mendapatkan Rejeki Tak Terduga hingga Kabar Buruk
• Menari dan Bergoyang, Cara RS Nigeria Sembuhkan Pasien Covid-19 Secara Spiritual
Bahkan pihaknya mengatakan sementara ini baru dilakukan pendaftaran saja.
"Nanti kami lihat perkembangan apakah begitu tahun ajaran bulan Juli apakah masih belajar di rumah atau tidak. Ini yang akan kami pakai rujukan," jelasnya.
Pihaknya berharap, jika tahun ajaran baru dapat diundur setelah pandemi Covid-19 reda, sehingga sekolah bisa fokus dalam melaksanakan PPDB.
Pengundurannya pun seperti tahun ajaran dimulai awal Januari lebih tenang pelaksanaanya.
"Apalagi, siswa baru bagaimana bisa belajar online kan ribet sekali. Nah ini perlu kita lihat," katanya.
Disinggung mengenai kelulusan SMP, Widia Astika mengatakan kalau pelulusan SMP akan dilaksanakan awal Juni ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-disdikpora-badung-i-ketut-widia-astika.jpg)