Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

BLT Dana Desa di Gianyar Sudah Cair, Desa Sayan Dapat Jatah 30 KK

Sebanyak 9.331 Kepala Keluarga tidak mampu mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per kepala keluarga tersebut.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
(Tribun Jateng/Wid)
Ilustrasi uang untuk BLT 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa, telah cair, Selasa (5/5/2020).

Sebanyak 9.331 Kepala Keluarga tidak mampu mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per kepala keluarga tersebut.

Dari 64 desa di Kabupaten Gianyar, desa yang warganya mendapatkan BLT Dana Desa paling sedikit adalah Desa Sayan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dewa Ngakan Ngurah Adi mengatakan, bantuan yang cair kali ini merupakan BLT Dana Desa, untuk masyarakat tidak mampu terdampak Covid-19.

Universitas Udayana Siap Gelar UTBK SBMPTN di Tiga Lokasi Ini

Remaja ABG Bawa Kabur Sepeda Motor di Jalan Gunung Agung Denpasar, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi

Menari dan Bergoyang, Cara RS Nigeria Sembuhkan Pasien Covid-19 Secara Spiritual

 "Yang menerima bantuan ini sebanyak 9.331 KK, biasanya mereka ini adalah keluarga kurang mampu yang tercecer dari bantuan lain," ujarnya.

Kata Dewa Adi, pencairan dana desa ini dilakukan secara bertahap.

 Karena itu, dari 64 desa yang ada, per hari dana BLT ini hanya dicairkan per 13 desa.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kerumuman masyarakat.

"Dari pihak Bank Werdhi Sedana yang langsung turun ke desa untuk menyerahkan dana BLT kepada penerima. Desa hanya menyiapkan tempat dan mengatur penerima agar tidak berkerumun," jelasnya.

Billy Syahputra Didepak dari Acara TV Bersama Raffi Ahmad Hingga Merasa Sakit Hati Dan Bongkar Aib

Stasiun Balapan hingga Pantai Parangtritis, Inilah Tempat yang Jadi Latar Lagu Didi Kempot

Sempat Disiram Air Jamu di Padangsambian, Shinta Bogem Intan Hingga Dituntut 7 bulan Penjara

Dia menjelaskan, sebetulnya dana BLT sudah masuk ke rekening penerima per 30 April lalu.

Namun pencairan baru bisa dilakukan saat ini karena menunggu teknis jadwal untuk mengindari kerumunan.

 "Sejak 30 April lalu sudah masuk ke rekening para penerima. Tapi baru saat ini bisa dicairkan," ujarnya.

Dia menyebutkan, dari 64 desa dinas di Gianyar, Desa Sayan, Kecamatan Ubud yang jumlah penerimanya paling sedikit, yakni hanya 30 KK.

Kepala Desa Sayan, I Made Andika mengatakan, jumlah yang relatif kecil ini disebabkan, sejumlah keluarga tidak mampu di desanya telah masuk sebagai penerima bantuan lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), dan sebagainya.

Sesuai aturan, setiap keluarga tidak diperbolehkan menerima bantuan dobel.

"Penerima BLT Dana Desa ini adalah keluarga kurang mampu yang tercecer. Aturannya para penerima bantuan kan tidak boleh tumpang tindih, tidak boleh menerima bantuan dobel," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved