Corona di Bali

Terkait Larangan Mudik, Polres Badung Terus Gencarkan Operasi Penyekatan

Dalam mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Polres Badung terus menggencarkan Operasi Penyekatan.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Personel Polres Badung saat melakukan oprasi penyekatan yang ke 11 di di depan Pos Keamanan dan Pos Penyekatan di jalan raya Mengwitani, Selasa (5/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dalam mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Polres Badung terus menggencarkan Operasi Penyekatan.

Operasi penyekatan lalu lintas yang dilaksanakan dalam kebijakan pelarangan mudik yang dilaksanakan di depan Pos Keamanan dan Pos Penyekatan di Jalan Raya Mengwitani (Denpasar - Gilimanuk).

Bahkan pada Selasa (5/5/2020), personel Polres Badung kembali memperketat pintu masuk wilayah hukum Polres Badung. Seperti biasanya semua kendaraan yang ingin ke Badung maupun ke luar Badung diperiksa secara intensif.

"Cara bertindak pada penyekatan larangan mudik dalam Operasi Ketupat Agung 2020 diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak mudik," ujar Kapospam Ops Ketupat Agung Polres Badung Ipda I Gede Suastajaya.

Ungkap Kakak Kandung Terkait Meninggalnya Didi Kempot: Kalau Saya Prediksi, Ya Kecapekan

Kolaborasi, Gagasan Mahasiswa Undiksha, Hubungkan Proses Berkarya lewat Live Instagram

Sepuluh Warga Digigit Anjing Liar, Satu Anjing Gigit 8 Orang Sekaligus

Operasi gabungan TNI - Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Badung dilakukan secara humanis. Bahkan saat oprasi juga menyampaikan imbauan dan penyekatan kepada pengendara yang akan mudik.

"Hari ini sudah hari yang me 11, Namun tidak kami temukan warga yang akan mudik," katanya sembari mengatakan jika diketemukan yang ingin mudik diputar balik, agar tidak terjadi penumpukan di Pelabuhan Gilimanuk.

Lanjut dijelaskan, penyekatan itu juga dilakukan dalam upaya meringankan petugas yang ada di Pelabuhan Gilimanuk untuk memberikan imbauan.

Disebutkan di samping mencegah para pemudik membludak di pelabuhan, juga membantu masyarakat terkait informasi mudik kali ini.

Maestro Campursari Didi Kempot Meninggal Dunia, Begini Keterangan Pihak RS Kasih Ibu Solo

Penurunan Kunjungan Wisman ke Indonesia Akibat Pandemi COVID-19 Sesuai Perkiraan

Soal Dan Kunci Jawaban TVRI SMP Selasa 5 Mei : Benarkah Umur Dedi Lebih Tua 30 tahun dari umur Andi?

"Daripada di pelabuhan mereka dipulangkan, lebih baik mereka tau informasinya di sini. Sehingga tidak terlanjut jauh menempuh perjalanan," beber Gede Suatajaya selaku pemimpin Operasi.

Ia juga menjelaskan operasi tersebut akan dilaksanakan setiap hari dan berlangsung selama 37 hari.

Pada operasi, yang sangat ditekankan yakni melarang masyarakat untuk mudik guna mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu pula mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya bagi umat muslim yang merayakan bulan suci Ramadhan.

"Kami harap masyarakat memakluminya. Ini juga untuk kepentingan kita bersama," pungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved