Corona di Bali

Peternak Ikan ‘Menderita’, Pemkab Gianyar Borong Ikan Peternak

Pemkab Gianyar mengadakan pasar ikan di lingkungan kantor pemerintahan, Rabu (6/5/2020) pagi.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra saat meninjau pasar ikan di lingkungan Pemkab Gianyar, Rabu (6/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemkab Gianyar mengadakan pasar ikan di lingkungan kantor pemerintahan, Rabu (6/5/2020) pagi.

Ikan-ikan yang dijual ini merupakan hasil ternak para peternak ikan di Kabupaten Gianyar, Bali, yang saat ini kewalahan memasarkan ikannya.

Ada sebanyak lima ton ikan yang dijual di sana, mulai dari ikan lele, nila, dan sebagainya.

Pembelian ikan para peternak ini dilakukan Pemkab Gianyar sebagai langkah merespon keluhan para peternak.

WIKI BALI - Komunitas Keluarga Madura Bali Bagikan 200 Paket Sembako

Update Covid-19: Pasien Sembuh di Indonesia 2.197 Orang, Transmisi Lokal di Bali Meningkat

Istri Minta Cerai Karena Hanya Beri Rp 70 Ribu Seminggu, Suami Tak Terima Dan Siram Dengan Air Aki

Selama ini peternak sering mengeluh kewalahan dalam menjalankan usahanya, akibat kesusahan menyuplai pakan ikan.

Selain itu, ikan mereka juga sulit dijual, karena restoran dan pedagang pecel lele yang selama ini menjadi pelanggan utama, sebagian besar sudah tidak beroperasi.

Jika pun ada yang masih beroperasi, penjualannya tidak maksimal lantaran adanya pembatasan jam buka.

Sebagai upaya kegiatan ini tidak membebani kas daerah, karena dana daerah difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19, maka Pemkab Gianyar mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli ikan-ikan tersebut.

Namun dalam kegiatan itu, para anggota DPRD Gianyar.

Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk gotong-royong ekonomi di Kabupaten Gianyar.

“Dalam mengadapi Covid-19 harus saling bahu membahu, tolong menolong. Sekarang situasi sulit terjadi dimana saja, baik di sektor pertanian, pariwisata, maupun di sektor lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini peternak ikan nila, lele, patin dan gurami mengalami kesulitan.

Baik dalam menyuplai makanan hingga pemasaran.

“Mereka tidak punya uang, dalam kondisi ikan yang masih tanggung, yang seharusnya belum dipanen, tapi para petani kita kesulitan melanjutkan. Bahkan ada juga ikan besar, yang sebelumnya diambil hotel dan restoran, sekarang kami batasi jam berjualan, sehingga kondisinya sangat sulit sehingga untuk itu, kami borong ikannya, hari ini 5 ton ikan,” ujarnya.

“Para ASN wajib membeli. Selain itu juga dibantu oleh DPRD Gianyar. Dibeli dengan harga pasaran, mudah-mudahan hal kecil yang kita lakukan bisa bermanfaat sangat besar bagi para petani yang sedang mengeluh,” ujar Mahayastra. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved