Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Industri Pemindangan di Gianyar Hasilkan Rp540 Juta Per Tahun 

Kabupaten Gianyar, kehidupan pesisir bertumpu pada dua mata rantai yang saling menguatkan, yakni nelayan dan pemindang ikan.

Tayang:
Istimewa
IKAN - Nelayan dan kapalnya. Inzert Ikan segar hasil tangkapan laut yang siap diolah menjadi ikan pindang. Industri Pemindangan di Gianyar Hasilkan Rp540 Juta Per Tahun  

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pagi baru saja menyapa pesisir Desa Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar.

Perahu-perahu kayu mulai merapat, membawa hasil tangkapan dari laut yang tak selalu ramah.

Di bibir pantai, aktivitas tak kalah sibuk sudah menanti, para ibu rumah tangga bersiap mengolah ikan segar menjadi pindang, menjaga denyut ekonomi keluarga tetap berjalan.

Berdasarkan data Tribun Bali, Senin 4 Mei 2026, di Kabupaten Gianyar, kehidupan pesisir bertumpu pada dua mata rantai yang saling menguatkan, yakni nelayan dan pemindang ikan.

Baca juga: Dari Diragukan Jadi Tumpuan, Mahayastra Membawa Gianyar Ke Era Modern Tanpa Meninggalkan Budaya

Tercatat, ada 115 nelayan aktif yang menggantungkan hidup dari laut, serta 78 usaha rumah tangga pemindangan ikan yang sebagian besar dijalankan oleh para istri nelayan.

Sebaran nelayan ini terkonsentrasi di beberapa wilayah. Desa Lebih, Kecamatan Gianyar menjadi kantong terbesar dengan 79 nelayan aktif, disusul Gumicik di Desa Ketewel, Sukawati sebanyak 30 orang, dan Blahbatuh enam orang.

Di luar itu, ada pula 146 nelayan musiman yang hanya melaut saat musim ikan tiba, kebanyakan berasal dari Sukawati.

Namun, melaut bukan perkara mudah. Mayoritas nelayan masih menggunakan perahu kayu dengan mesin tempel.

Baca juga: Ratusan Bonsai Berkelas Manjakan Pengunjung Alun-alun Gianyar

Hanya segelintir yang memiliki perahu berbahan fiberglass, yang lebih kuat untuk menjangkau perairan lebih jauh.

Keterbatasan ini membuat banyak nelayan memilih bermain aman di perairan dekat pantai.

Meski begitu, laut Gianyar tetap memberi harapan. Dalam setahun, total tangkapan ikan mencapai rata-rata 661,9 ton.

Angka ini memang tidak selalu stabil, dengan fluktuasi sekitar 10 persen setiap tahun, bergantung pada musim dan kondisi cuaca.

Hasil tangkapan itu kemudian mengalir ke tangan para pemindang. Di dapur-dapur sederhana di Desa Lebih dan Ketewel, ikan diolah menjadi pindang, sebuah cara tradisional yang menjaga daya tahan sekaligus cita rasa ikan laut. Dari 78 pemindang yang ada, produksi mencapai sekitar 265 ton per tahun.

Baca juga: Bidik 3 Besar, Gianyar Matangkan Strategi Porjar 2026 dan Porprov Bali 2027

Tak hanya dijual di pasar-pasar Gianyar, sebagian ikan juga dipasarkan langsung dari rumah. Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan penting bagi keluarga nelayan.

Dalam setahun, perputaran uang dari usaha pindang ini mencapai sekitar Rp 540 juta.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved