Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Industri Pemindangan di Gianyar Hasilkan Rp540 Juta Per Tahun 

Kabupaten Gianyar, kehidupan pesisir bertumpu pada dua mata rantai yang saling menguatkan, yakni nelayan dan pemindang ikan.

Tayang:
Istimewa
IKAN - Nelayan dan kapalnya. Inzert Ikan segar hasil tangkapan laut yang siap diolah menjadi ikan pindang. Industri Pemindangan di Gianyar Hasilkan Rp540 Juta Per Tahun  

“Dari tahun ke tahun jumlah pemindang ikan di Gianyar stagnan, karena hasil tangkapan juga masih di kisaran yang sama,” ujar Pejabat Fungsional Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Gianyar, Dewa Made Warmadewa.

Dari total hasil tangkapan, sekitar 396 ton dijual sebagai ikan segar, baik untuk pasar lokal maupun dikirim ke luar daerah.

Sisanya diolah menjadi pindang, menambah nilai ekonomi sekaligus memperpanjang umur simpan.

Jenis ikan yang paling banyak ditangkap adalah lemuru dengan 183 ton per tahun. Disusul kakap 129 ton, tenggiri 72 ton, serta kerapu dan lobster masing-masing 39 ton.

Meski jumlahnya tidak dominan, kakap dan lobster menjadi “penyelamat” ekonomi nelayan karena nilai jualnya tinggi, bahkan bisa mencukupi kebutuhan hingga beberapa bulan.

Namun di balik potensi besar itu, ada tantangan yang belum teratasi. Cuaca yang tak menentu, waktu melaut yang terbatas, serta keberanian untuk menjangkau laut lepas masih menjadi hambatan.

“Potensi ikan di laut sangat melimpah, namun nelayan sering berhadapan dengan cuaca, pendeknya waktu melaut, dan belum berani melaut hingga ke perairan tengah,” ujar Warmadewa.

Di pesisir Gianyar, kehidupan terus berjalan dalam ritme yang sama, laut memberi, darat mengolah. Antara perahu yang kembali dan dapur yang mengepul, harapan keluarga nelayan terus dijaga, hari demi hari. (*)

 

 

Berita lainnya di Nelayan di Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved