Ngopi Santai
Sirnanya Spontanitas Permainan Ajaib
Selebrasi setelah mencetak gol pun tidak lagi berangkulan apalagi pelukan erat 11 pemain sambil berguling-guling ria.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Anggap saja efek jelek karena lama #dirumahsaja dan sudah tiga purna puasa menonton pertandingan bola pula.
Sungguh tersiksa, kawan.
Cuma begini tuan dan puan pemuja sepak bola.
Urusan ingus dan ludah masuk agenda liga paling atraktif sejagat, Premier League alias Liga Inggris.
Mereka mulai membolehkan pemain latihan di luar ruangan bulan ini.
Liga Inggris termasuk kompetisi top Eropa yang berkomitmen menyelesaikan musim 2019-2020 seperti rekomendasi kuat dari UEFA.
Inggris ogah mengikuti jejak Belgia, Belanda dan Prancis yang sudah memutuskan berhenti.
Sky Sport seperti dikutip Kompas.com memberitakan, urusan ingus dan ludah merupakan bagian dari panduan "Project Restart" yang disusun Direktur sepak bola Premier League, Richard Garlick.
Dalam panduan itu disebutkan, setiap pemain selalu memakai masker wajah saat latihan.
Masker kualitas terbaik bukan kaleng-kaleng.
Pemain, pelatih dan semua personel di lapangan dilarang meludah dan peras ingus saat latihan.
Syarat lain adalah membatasi latihan hanya untuk lima pemain per grup.
Pemain siapkan botol air sendiri, mobil-mobil harus parkir tiga slot terpisah.
Intinya jaga jarak aman.
Tuan sudah bisa membayangkan betapa kakunya suasana latihan demikian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bola.jpg)