Antisipasi Pencurian di Pura, Kapolsek Ubud Minta Tradisi Makemit Diaktifkan Kembali

Baik di jalanan maupun di banjar-banjar, dimana hal tersebut dapat menimbulkan niat oknum untuk melakukan kejahatan.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kapolsek Ubud, AKP Gede Sudyatmaja 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kapolsek Ubud meminta desa adat di Kecamatan Ubud kembali mengaktifkan tradisi pakemitan.

Hal tersebut untuk mengindari terjadi pencurian pratima atau hal penting di dalam pura, mengingat situasi saat ini relatif sepi.

 Baik di jalanan maupun di banjar-banjar, dimana hal tersebut dapat menimbulkan niat oknum untuk melakukan kejahatan.

Kapolsek Ubud, AKP Gede Sudyatmaja, Kamis (7/5/2020) mengatakan, pasca adanya pencurian ketu di Pura Taman Limut, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Ubud harus dijadikan pelajaran berbagai pihak.

Umumnya Cerah Berawan, Berikut Prakiraan Cuaca di Bali Tiga Hari Kedepan

Baru 10 Desa di Karangasem Cairkan BLT Dana Desa, Dapat Rp 600 Ribu Per KK Tiap Bulan

Menlu AS Mike Pompeo Akui Bukti Soal Virus Corona dari Lab Wuhan Tidak Pasti

Pihaknya menduga, hal tersebut tak terlepas dari sepinya situasi, lantaran aktivitas masyarakat saat ini hanya berada di lingkungan rumah, pasca adanya imbauan sosial distancing.

Namun demikian, kata dia, bukan berarti masyarakat harus kembali beraktivitas keluar rumah seperti biasa untuk mengantisipasi pencurian.

Namun antisipasi ini dilakukan dengan cara mengaktifkan kembali pakemitan atau bermalam di pura.

“Bercermin pada pencurian oratima di Pura Taman Limut, saya memohon pada desa adat di Ubud, supaya mengaktifkan pakemitan,” ujarnya.

“Situasi saat ini cukup rawan terjadinya aksi pencurian pratima, karena hampir di semua tempat situasinya sangat sepi. Jangankan di malam hari, saat siang pun sama. Apalagi saat ini banyak karyawan yang dirumahkan, dan mereka tidak bbisa pulang kampung. Hal ini menyebabkan kerawanan kriminal,” ucapnya.

Selain itu, jika memungkinkan, setiap desa adat juga diharapkan memasang CCTV yang meyorot ke areal pura.

Terkait kasus pencurian di Pura Taman Limut, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Dari keterangan pemangku setempat, di Pura Taman Limut setiap malam tidak ada warga yang melaksanakan pekemitan, hanya ada patroli  dari pecalang, dan itupun tidak dilakukan setiap hari, sehingga pelaku dengan leluasa melakukan aksinya,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved