Corona di Bali

PDP Terkonfirmasi Positif Corona di Buleleng Bertambah Tiga Orang

Ketiganya sempat dikarantia di salah satu gedung sekolah desa setempat, bersama 13 orang lainnya, yang hasil rapid testnya sempat reaktif.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI. SINGARAJA - Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang hasil swabnya terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 bertambah tiga orang.

Mereka diberi kode PDP 44, PDP 45, dan PDP 46, dan kini tengah dirawat di RS Pratama Giri Emas.

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa Kamis (7/5/2020) mengatakan, tiga PDP baru ini masuk dalam transmisi lokal Desa Bondalem, Kecamatan Tajakula.

Ketiganya sempat dikarantia di salah satu gedung sekolah desa setempat, bersama 13 orang lainnya, yang hasil rapid testnya sempat reaktif.

Donald Trump Sebut Pandemi Virus Corona Lebih Buruk dari Serangan Pearl Harbour & Tragedi 9/11

Semua Moda Transportasi Diizinkan Kembali Beroperasi, Begini Suasana Terminal Mengwi Terkini

Usai Bobol Toko Bangunan di Tabanan, Dua Pelaku Pencurian Berhasil Diamankan Polisi di Sanur Densel

Sekedar informasi, PDP 44 dan PDP 46 merupakan menantu dari PDP 40, yang dirawat di RS Pratama Giri Emas sejak 2 Mei lalu.

 PDP 40 terinfeksi virus corona karena sempat melakukan kontak dengan PDP 18 (pedagang di Pasar Desa Bondalem).

Sementara PDP 45 merupakan anak kandung dari PDP 35. PDP 35 ini merupakan pedagang di Pasar Desa Bondalem, yang kini tengah dirawat di RSUP Sanglah.

"Untuk 15 warga lain yang hasil swabnya sudah dinyatakan negatif. Masih tetap dikarantina baik di gedung sekolah. Kami akan melakukan swab kali ke dua, untuk memastikan mereka benar-benar terbebas dari virus corona. Jika swab kali ke dua ini negatif, baru lah mereka bisa dikembalikan ke rumah masing-masing," terang Suyasa.

Suyasa juga menyebutkan, saat ini ada satu PDP yang diberi kode 29 dinyatakan sembuh.

PDP 29 ini merupakan pedagang di Pasar Desa Bondalem yang dirawat di RS Pratama Giri Emas sejak 30 April lalu.

Disisi lain, Untuk memenuhi kebutuhan beras 18. 327 jiwa warga Desa Bondalem selama menjalani masa karantina 14 hari, Suyasa mengaku pihaknya akan kembali mengirim beras cadangan pemerintah sebanyak 30 ton.

Beras dikirim dari Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Bulog, mulai Jumat (8/5).

Setibanya di Buleleng, masing-masing SKPD ditugaskan untuk memecah beras-beras itu menjadi 2.4 Kilogram.

Lewati Lockdown, Crazy Rich Thailand Dilayani Makanan Berhias Lengkap dengan Meja Khusus

Ramalan Zodiak Besok Jumat 8 Mei 2020, Libra Harus Ekstra Waspada, Aquarius Beruntung  

12 Mei atau 19 Ramadhan, Kemenag Berharap Saudi Sudah Umumkan Kepastian Pelaksanaan Haji 2020

Sehingga kebutuhan beras untuk warga desa bondalem bisa terpenuhi selama 14 hari.

"Masing-masing SKPD kami berikan 1 ton untuk memecah beras ini masing-masing menjadi 2.4 kilogram. Ini kami lakukan karena Satgas Desa mengaku kewalahan untuk memecah beras-beras itu. Setelah dipecah oleh SKPD, beras bisa dikirim ke Bondalem mulai  Sabtu atau Minggu. Jadi Satgas Desa tinggal membagikan ke masing-masing rumah warga," terangnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved