Breaking News:

Bulan Ramadhan

Kajian Ramadhan, Ini Doa Nabi Muhammad Mencegah Kepikunan dan Rahasia Baca atau Tilawah Al Quran

Arti asal kata “ardzali al-‘umri” adalah usia yang paling buruk. Istilah ini seringkali diterjemahkan penyakit pikun

Twitter
ilustrasi - Salju turun di Tabuk, Arab Saudi 

TRIBUN-BALI.COM - Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an, niscaya ia tidak akan dikembalikan kepada kepikunan. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala, (Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh), ia berkata: (yaitu) kecuali orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an.” (Al-Albani berkata: sanad hadis ini shahih, atau hasan, atau mendekati keduanya)

Menurut Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam, H Subhan Nur, Lc, M.Ag  berikut ini penjelasannya:

Perkataan Ibnu Abbas RA ini menjelaskan salah satu keutamaan orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an yaitu dijauhkan dari penyakit pikun.

Kepala KUA Bisa Tolak Catat Pernikahan, Begini Tata Cara Akad Nikah di Tengah Pandemi Covid-19

Arti asal kata “ardzali al-‘umri” adalah usia yang paling buruk. Istilah ini seringkali diterjemahkan penyakit pikun sebagai gambaran sebuah kondisi manusia yang tidak mampu mengendalikan prilaku lantaran melemahnya fungsi otak dan organ tubuh.

Tutur katanya menjadi tidak teratur, kekuatan ingatan melemah, membuang kotoran disembarang tempat, dan fungsi panca indera melemah.

Rasulullah SAW sendiri memohon perlindungan kepada Allah SWT dari penyakit pikun sebagaimana dalam sabdanya dari Anas bin Malik RA,

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.”(HR. Muslim)

Kalimat “niscaya ia tidak akan dikembalikan kepada kepikunan” menunjukkan sebuah fase akhir siklus pertumbuhan manusia yang diawali dari fase lemah (balita dan anak-anak), lalu berlanjut ke fase kuat (remaja dan dewasa), dan kemudian dikembalikan kepada fase terlemah yaitu lansia, atau terburuk yaitu kepikunan.

12 Mei atau 19 Ramadhan, Kemenag Berharap Saudi Sudah Umumkan Kepastian Pelaksanaan Haji 2020

Dalam Al Quran, penyakit pikun digambarkan sebagai kondisi manusia yang tidak mampu mengingat sesuatu apapun yang pernah diketahui, termasuk melupakan semua pengetahuan yang pernah dipelajari.

Syeikh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa kepikunan adalah kerusakan pada akal. Di mana sel-sel pada otak di usia lansia tidak bekerja secara aktif, karena sebagian besar sel telah mati.

Halaman
1234
Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved