Bulan Ramadhan

Kajian Ramadhan, Ini Doa Nabi Muhammad Mencegah Kepikunan dan Rahasia Baca atau Tilawah Al Quran

Arti asal kata “ardzali al-‘umri” adalah usia yang paling buruk. Istilah ini seringkali diterjemahkan penyakit pikun

Editor: Kambali
Twitter
ilustrasi - Salju turun di Tabuk, Arab Saudi 

Para ilmuwan Barat melirik pada musik, suara alam, dan frekuensi yang tetap sebagai bentuk terapi getaran suara.

Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19, Wamenag: Ibarat Komputer, Puasa Itu Seperti Proses Restart

Dijelaskan H Subhan Nur seperti dilansir bimasislam.kemenag.go.id, menurut Dr. Mohammad Daudah, suara memberikan pengaruh kuat dalam merestorasi keseimbangan tubuh.

Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel tubuh itu terpengaruh oleh bermacam-macam gelombang seperti gelombang sinar, gelombang radio, gelombang suara, dan lain-lain.

Masing-masing sel di tubuh bergetar dengan sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apa pun pada getaran itu akan mengakibatkan sakit pada sebagian organ tubuh.

Indra pendengaran manusia memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi dalam merespon getaran-getaran mekanik yang berasal dari suara, karena telinga memiliki puluhan ribu sel yang siap merespon suara setiap saat. 

Ramadhan, Berikut Anjuran Membaca Qunut Nazilah di Tengah Wabah Covid-19 dan Penjelasan Lengkapnya

Menurut DR. Ahmad Husain Ali Salim bahwa telinga merupakan indera pendengaran yang memiliki 30.000 sel pendengaran untuk mentransfer seluruh macam suara dengan beragam getarannya dan kedahsyatannya dengan sinsitifitas yang tinggi.

Sel-sel pendengaran akan mentransfer getaran suara ke sel-sel otak untuk direspon sesuai dengan getaran-getaran tersebut, dan mengubah getarannya sendiri sehingga menimbulkan keseimbangan.

Itulah mengapa suara itu dianggap sebagai energi obat yang efektif dalam proses penyembuhan penyakit.

Imun Tetap Terjaga Saat Puasa Ramadhan, Berikut 4 Fakta Penelitian Manfaat Puasa Jaga Imunitas

Bagaimana Tilawah Al-Qur’an mereprogram Sel-sel Otak?

Menurut H Subhan Nur, bagi ilmuwan muslim, terapi suara terbaik adalah melalui ritme Al-Qur'an. Ritme tersebut akan masuk ke otak melalui telinga, kemudian direspon secara positif oleh sel-sel otak dan membuatnya bergetar dengan frekuensi tertentu.

Ritme Al Qur’an akan terus memberikan rangsangan ke syaraf otak untuk terus aktif secara optimal dan menghambat kematian sel-sel otak sehingga manusia terhindar dari kepikunan.

Respon sel-sel otak akan mengubah ritme Al-Qur’an menjadi gelombang otak yang berfungsi mereprogram sel otak yang mati dan  membantu proses mengaktifkan sel-sel otak yang bertanggung jawab mengendalikan tubuh, meningkatkan energi di dalamnya, dan membuatnya bergetar dengan cara alami.

Tak Bisa Shalat di Masjid, Ini yang Dilakukan Pemain Bali United Saat Ibadah Puasa Ramadhan

Telah terbukti secara ilmiah bahwa membaca Al-Qur’an secara tartil (pelahan-lahan), mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, dan merenunginya dapat memperkuat daya otak.

Frekuensi aliran listrik dari suara bacaan Al-Qur’an secara tartil termasuk nutrisi aktif otak. Selain itu, terbukti pula bahwa mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an membuat otak mengeluarkan rentetan kekuatan dan frekuensi yang dikenal secara ilmiah dengan sebutan gelombang otak.

Frekuensi ini terus berubah sesuai ayat-ayat dan surah yang dibaca. Jika anda ingin menambah kekuatan otak dengan gelombang suara yang bergizi maka perbanyaklah membaca dan mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved