Mengintip Perjalanan Karir Arik Wijayanti, MUA Hits Bali yang Miliki Banyak Pelanggan

Arik sendiri merupakan lulusan Jurusan Ekonomi Management di Unud yang sejak tahun 2011 lebih memilih untuk meniti karir sebagai MUA

Istimewa
Arik Wijayanti, MUA Hits Bali Yang Miliki Banyak Pelanggan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Deretan artis papan atas Indonesia seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina hingga Aurel Hermansyah pernah merasakan 'goresan tangan' dari perempuan berkulit putih dan ramah ini.

Tidak hanya itu, para selebgram Bali pun pernah menjadi pelanggannya.

Perempuan yang Tribun Bali maksud adalah Ni Ketut Arik Wijayanti atau akrab dipanggil Arik Cahya Dewi.

Ia adalah owner dari salah satu Salon terkenal di Kota Denpasar, yakni Cahya Dewi Salon.

Fasih Rilis Mini Album Perdana Bertajuk Luna, Vocalis: Luna Sosok Wanita Penerang di Balik Gelap

Jadwal Belajar dari Rumah 10 Mei 2020, Diawali Acara Cerita Minggu Pagi Hingga Ragam Indonesia

3 Indikator Bali Lebih Efektif Kendalikan Penyebaran Covid-19 Dibanding Daerah Lain Terapkan PSBB

Arik sendiri merupakan lulusan Jurusan Ekonomi Management di Universitas Udayana (Unud) yang sejak tahun 2011 lebih memilih untuk meniti karir sebagai Make Up Artis ( MUA).

Kepada Tribun Bali, Arik mengaku bahwa sejak kecil Ia memiliki hobi menari Bali sehingga membuat Ia tidak asing lagi mengenai dunia make up meskipun pada saat itu belum seprofesional seperti sekarang.

"Setelah lulus kuliah, Saya langsung memutuskan untuk menikah dan setelah punya anak satu barulah mulai ikut kursus salon karena Saya memang hobi make up," ujar perempuan kelahiran 3 Mei 1987 ini.

Selain didorong oleh keinginannya sendiri, Ia juga disupport oleh mertuanya yang kala itu bercita-cita ingin melihatnya memiliki sebuah salon kecantikan.

Namun, siapa sangka, kursus salon yang diikuti oleh Arik mengharuskan Ia untuk mempelajari semua keahlian yang ditawarkan di salon kecantikan seperti colouring hingga teraphist.

Dan hal ini membuatnya kurang sreg dalam meneruskan kursus tersebut.

Merasa passionnya lebih cenderung untuk mempelajari berbagai hal agar dapat menjadi MUA, Arik pun akhirnya memulai mengikuti kursus di bidang tersebut.

Tepat pada tahun 2011 lalu, Ia pun dengan memberanikan diri untuk menawarkan jasanya dalam me-make over wajah seseorang.

"Baru 2 hari latihan make up, Saya sudah ikut lomba. Dan banyak yang heran dan nanya, tapi bagi Saya yang penting pede walaupun menang atau tidak menang yang penting bisa nambah pengalaman," ungkap Arik dengan bersemangat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved