Ngopi Santai

16 Mei dan Hidup Normal Ala Covid-19

mengapa saya begitu merindukan tanggal itu, 16 Mei 2020. Ini bukan tanggal lahirku.

bundesliga 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - ENTAH mengapa saya begitu merindukan tanggal itu, 16 Mei 2020.

Ini bukan tanggal lahirku.

Hari itu adalah momen mendebarkan kala Bundesliga bergulir lagi setelah vakum dua bulan lebih karena
Covid-19. 

Soal sepak bola, pesona Jerman memang tak pernah pudar.

3 Jenazah ABK WNI Dilarung ke Laut, Para ABK Lainnya Beri Info Terkait Pengalaman di Kapal

Diduga Kelelahan, Buruh Mantig Padi di Tabanan Meninggal Dunia

5 Makanan Internasional Lezat dan Mudah Dibuat, Masak Sendiri di Rumah untuk Menu Buka Puasa

Bukan semata karena sejak remaja saya memuja klub langganan juara Bayern Munich serta mengagumi kompetisinya yang jauh dari hingar bingar, gosip dan nyinyir semisal Liga Inggris dan Spanyol.

Bukan! Ini tentang keberanian mulai berdamai dengan virus yang sudah menginfeksi lebih dari 4 juta jiwa dan membunuh hampir 300 ribu orang di seluruh dunia.

Hidup harus berlanjut dan permainan ajaib sepak bola mesti terus berdenyut.

Kematian akibat Corona masih terjadi di kampung halaman Juergen Klopp itu, namun Deutsche Futball (DFL) sebagai operator Liga Sepak Bola Jerman memutuskan Bundesliga musim 2019-2020 yang tersisa 9 pekan harus dituntaskan.

DFL merasa nyaman dan aman beraksi karena yang memberi izin serta menjamin adalah wanita lembut hati paling berkuasa di negeri itu, Kanselir Angela Merkel.

Setelah berdiskusi via telekonferensi dengan 16 pimpinan negara bagian, Merkel setujui proposal Liga Jerman bergulir kembali hari Sabtu 16 Mei 2020.

Halaman
1234
Penulis: DionDBPutra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved