Breaking News:

Corona di Bali

Isi Waktu Saat Pandemi Covid-19 dengan Membuat Ecobrick, Bisa Selamatkan Lingkungan

Ecobrick sendri adalah botol plastik bekas yang penuh isi plastik bekas kering dan bersih yang tidak terpakai

Dok. Pribadi Gede Praja Mahardika
Foto Proses pembuatan ecobrick 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam situasi pandemi Covid-19 ini memaksa seluruh masyarakat diam dirumah.

Memilih diam diri dirumah dengan waktu lama, ternyata menyisakan masalah tersendiri, yaitu meningkatnya kosumsi sampah plastik di rumah karena belanja online.

Mengatasi persoalan ini, Gede Praja Mahardika punya solusi yaitu dengan pembuatan ecobricks.

"Kosumsi plastik selama dirumah itu sangat meningkat drastis selama stay at home. karena ada larangan keluar rumah otomatis kita membeli barang-barang kebutuhan selama 2-3 hari sekali belanja. Semua barang belanja nya pasti rata rata menggunakan plastik sekali pakai, nah sisa plastik yang di pakai dari pada mencemari lingkungan kita selamatkan dengan membuat ecobrick," kata Gede Praja founder yayasan sahabat Bumi Bali.

Diduga Karena Stres & Telat Sarapan, Bule Asal Belarus Ngamuk di Kantor Satpol PP Denpasar

BREAKING NEWS - Terkait Sanksi Adat Penerapan PKM di Denpasar, MDA Denpasar Akan Seragamkan Sanksi

6 Zodiak Ini Berpotensi Jadi Bintang Film Hebat, Sagitarius Merupakan Aktor Berbakat

Ecobrick sendri adalah botol plastik bekas yang penuh isi plastik bekas kering dan bersih yang tidak terpakai.

Ecobrick mempunyai standar kepadatan dari 200 hingga 500 gram tergantung jenis botolnya, sehingga bisa di berfungsi sebagai balok bangunan yang bisa di pakai berulang kali.

Selain itu juga dapat dibuat dengan material yang tidak bisa terurai secara alami, yang akan mengeluarkan racun bagi lingkungan, misal styropom, kabel kecil, baterai kecil.

Gede Praja selama 4 tahun terakhir ini memang aktif mengenalkan ecobrick ke sekolah dan kelompok masyarakat.

Selama masa Covid-19 ini Gede lebih instens di rumah membuat ecobrick yang plastiknya didapat dari warung-warung.

Dalam sehari yang biasanya bisa memproduksi 2 ecobrick tapi sekarang bisa 3 hingga 4 ecobrick.

Membuat ecobrick tergolong mudah, hanya saja membutuhkan teknik tersendiri agar ecobrick yang di hasilkan padat serta bertahan lama.

Tak butuh waktu lama untuk membuat ecobricks apalagi sudah mahir dan plastik tersedia.

"Kalao bikin di botol air kemasan yang 600 ml, butuh waktu 20 hingga 30 menit, kalau pemula bisa satu jam," katanya.

Untuk membuat ecobrick ini, semua jenis plastik bisa digunakan, baik itu plastik kresek, plastik sisa makanan, sisa kemasan minuman saset, sikat gigi bekas, pulpen bekas, kancing baju rusak sepul benang dan lainnya.

Botol-botol ecobrick ini nantinya bisa digunakan sebagai keperluan seperti membuat kursi, meja, lego taman, dan lainnya sesuai kreativitas masing-masing. (*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved