Breaking News:

Corona di Bali

Minta Penyaluran Bantuan Terkait Dampak Covid-19 Merata, Warga Kaliuntu Datangi Kantor Kelurahan

Dari pantauan di lokasi, kedatangan warga Kaliuntu ini dikawal ketat oleh aparat kepolisian Polsek Kota Singaraja.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Warga Kelurahan Kaliuntu saat menyampaikan keluhan terkait pemberian bantuan covid, di kantor Lurah Kaliuntu, Kamis (14/5) 

"Pihak kelurahan tidak pernah jalan melihat kondisi di lapangan. Jadi data penerima bantuan yang dikirim oleh lurah ke Dinas Sosial saya rasa tidak valid. Karena bantuan yang diberikan saat ini justru diterima oleh warga yang tergolong mampu. Atau sebaliknya, dulu dia kaya namun sekarang sudah miskin dan tidak mendapatkan bantuan," terangnya.

Menyikapi keluhan warga itu, Lurah Kaliuntu Ketut Artani mengakui jika data penerima bantuan yang diserahkan oleh pihaknya ke Dinas Sosial merupakan data yang lama.

 Ia mengaku belum sempat melakukan verifikasi dan validasi data sejak adanya wabah virus corona ini.

PKM di Kota Denpasar Dimulai Besok, Pedagang Bermobil Dadakan Minta Difasilitasi Tempat Berdagang

Jumlah Kasus DBD di Tabanan Melonjak, Selama 4 Bulan Ini Telah Lampaui Kasus Sepanjang Tahun 2019

Dinas Koperasi UMKM Badung Pastikan Operasi Pasar Bisa Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok di Badung

Namun demikian, ia mengaku akan mencoba mengusulkan warga yang belum menerima bantuan itu ke Dinas Sosial Buleleng, sehingga bisa dibantu oleh Pemkab lewat APBD Buleleng.

Artani pun menyebut, di wilayah Kelurahan Kaliuntu, saat ini sudah ada 58 KK yang menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), 24 KK menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), 18 KK menerima bantuan sembako covid, dan 44 KK menerkma Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

Diluar itu, ia pun tidak menampik sejatinya masih banyak warga yang tergolong kurang mampu, namun tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga tidak dapat menerima bantuan dari Kementerian Sosial.

 "Yang masuk DTKS sudah semua dapat bantuan. Sementara yang tidak masuk DTKS minta agar bantuan diberikan secara merata, karena mereka merasa juga terdampak covid. Contohnya dulu jualan ramai, sekarang sepi. Ada juga yang di PHK," jelas Artani.

Sementara Camat Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka mengatakan, dirinya sudah meminta kepada Lurah Kaliuntu untuk lebih transparan dalam memberikan bantuan kepada mayarakat.

Data akan diumumkan dan ditempel di tempat-tempat strategis, sehingga warga bisa mengetahui siapa-siapa saja yang menerima bantuan jaring pengaman sosial dari pemerintah.

Sementara untuk warga yang belum menerima bantuan, akan didata lagi oleh pihak kelurahan.

Mantan Camat Seririt ini pun meminta kepada warga untuk hadir saat pendataan ulang itu, sehingga data penerima bantuan yang dikirim ke Dinas Sosial nanti sudah tepat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved