Sponsored Content
Dapat Pawisik, Meme Bukit Gelar Doa Bersama Berharap Pandemi Covid-19 Segera Berakhir
Ni Nyoman Sipleg atau yang lebih dikenal dengan Meme Bukit langsung segera melaksanakan pawisik tersebut.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kasus virus Corona atau COVID-19 kian hari makin melonjak, angka kematian pun juga semakin banyak.
Pandemi Corona ini pun belum diketahui kapan akan berakhir di Bali maupun dunia.
Mendapatkan pawisik dari yang datang menghampirinya, Ni Nyoman Sipleg atau yang lebih dikenal dengan Meme Bukit langsung segera melaksanakan pawisik tersebut.
Dimana pawisik itu dibisikkan kepada Meme Bukit untuk menggelar doa bersama di pinggir Pantai Geger atau tepatnya di depan The Mulia Nusa Dua Bali petang kemarin.
• Gelandang Bali United Taufiq Senang Bisa Berlatih Kembali dengan Spaso di Lapangan Trisakti Legian
• Jajaran Bawaslu Bali Jalani Rapid Test Kedua, Rencanakan Hal Serupa Untuk Petugas Kabupaten/Kota
• Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Bali Bagikan Ratusan Makanan Gratis ke Masyarakat Terdampak
“Kegiatan malam ini (kemarin) bukan kemauan Meme Bukit tapi Beliau yang ada di Pura Besakih datang ke Pondok dan minta supaya Meme Bukit melakukan doa bersama dengan sesaji seperti tadi,” kata Meme Bukit, Kamis (14/5/2020) malam.
Menurutnya, Beliau (pemberi pawisik) meminta nasi delapan warna disimbolkan bumi, lalu ada simbol gunungnya, ada juga di gunung di buminya ada umbi, bunga, buah.
Kemudian empat Dewi yakni Dewi Kwan Im (Budha), Dewi Danu (Hindu), Bunda Maria (Kristen) dan Bunda Ratu (Islam)
Lalu empat nasi dibuat sebagai simbol manusia dengan warna berbeda-beda yakni warna putih, merah, kuning, hitam dan warna campur tengah-tengah (brumbun) dan di tetesan darah ayam hidup dengan warna ayam masing-masing.
Kemudian roh leluhur se-Nusantara lintas agama beliau hadir juga ke Pondok waktu itu memberikan Pawisik sama.
“Meme Bukit melakukan Yadnya seperti ini tidak ada disuruh orang-orang yang masih hidup. Dan beliau juga minta Meme Bukit supaya datang ke Bupati Badung dan Gubernur Bali serta Parisadha Hindu Provinsi Bali. Disuruh menyampaikan supaya mereka (perwakilan Bupati, Gubernur, Parisada) bisa hadir saat doa bersama,” ungkapnya.
Meme Bukit mengaku senang perwakilan dari Parisada Badung hadir sekarang ikut berdoa dan memohon kepada Ida Shang Hyang Whidi.
Dan wabah COVID-19 ini menurut Meme Bukit adalah peringatan dari Ida Shang Hyang Widhi, semoga peringatan ini tidak lama dan dapat segera berakhir di Bali dan Dunia pada umumnya.
“Malam ini Meme Bukit senang. Dupa-dupa semua menyala jadi api berarti itu ada penerangan (cahaya) dari Beliau menyinari Bali dan akan segera berakhir,” imbuh Meme Bukit.
Kenapa dilakukan pada Kamis malam tanggal 14 Mei?
• Dinas PMPTSP Badung Tutup Sementara Pengurusan Perizinan Secara Tatap Muka, Diganti dengan Online
• Pantauan Penerapan PKM di Pos Penatih Denpasar Jumat (15/5) Sore, Kendaraan Dibiarkan Bebas Melintas
• Jelang Naik Ring Lagi, Mike Tyson Jalani Terapi Gunakan Jaringan Sel Tubuhnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-upacara-yadnya-doa-bersama-yang-digelar-meme-bukit.jpg)