Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Dapat Pawisik, Meme Bukit Gelar Doa Bersama Berharap Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Ni Nyoman Sipleg atau yang lebih dikenal dengan Meme Bukit langsung segera melaksanakan pawisik tersebut.

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana upacara yadnya doa bersama yang digelar Meme Bukit memohon wabah Covid-19 dapat segera berakhir 

 Karena di hari dan tanggal itu di kalender Hindu adalah Kamis Kliwon dan ada Kajeng Kliwon nya. Kalau menurut Islam itu Malam Jumat Legi.

Kamis malam Jumat Kliwon bulan lalu Meme Bukit melakukan sembahyang memohon keselamatan semuanya, dan saat itu Beliau memberikan Meme Bukit virus seperti yang dirasakan pasien Covid-19.

“Bu Bukit hirup langsung batuk, langsung sesek. Dan semua badan gatal seperti kena gagat. Lalu Meme Bukit ambil arak dan mandi arak malam itu terus belajar narik nafas apa yang sudah di beri sama Beliau akhirnya Meme lega dalam nafas,” tutur Meme Bukit.

Menjelang doa bersama lintas agama dimulai, anak dari Meme Bukit pun ambruk merintih sesak nafas seperti yang dialami pasien Covid-19.

Meme Bukit pun langsung mencoba mengobati anak nya itu dan dirasakan bahwa pada bagian dada terutama paru-paru keras seperti batu.

Saat prosesi doa bersama berlangsung anak Meme Bukit pun sembuh dengan sendirinya dari sesak seperti pasien Covid-19.

Shang Hyang Widhi atau Tuhan itu maha pengasih dan penyanyang tapi yang dikasih dan disayang dilahirkan ke bumi ini sudah begitu banyak diberi kenikmatan tapi tidak bersyukur.

“Sudah melewati batasan sang Pencipta jadi itulah beliau marah dengan beri peringatan virus ini,” imbuhnya.

Jro Mangku Gde Wayan Catur yang memimpin upacara yadnya atau pun doa bersama itu menyampaikan bahwa dirinya yang diundang untuk muput nganteb acara malam ini dan kata Meme Bukit ia dapat Pawisik untuk menggelar ini.

“Kalau menurut saya tadi saya merasakan sangat luar biasa. Karena vibrasi getar-getaran niskala dari alam gaib itu yang saya rasakan luar biasa. Seolah-olah beliau hadir menyaksikan apa yang kita persembahkan pada saat tadi itu,” papar Jro Mangku Gde Wayan.

Ia pun yakin dan percaya setelah dilakukannya upacara yadnya ini mudah-mudahan berkat kehadiran Beliau itu akan memberikan dampak positif bagi alam semesta ini.

“Istilahnya ada gerubug virus Covid-19 ini semoga akan segera lenyap dari muka bumi ini. Itu harapan kami disini,” harap Jro Mangku Gde Wayan.

Wayan Sukarya selaku Sekretaris PHDI Badung mewakili PHDI Provinsi menyambut baik dan sangat mendukung upacara yadnya atau doa bersama ini karena bagaimana pun juga pendekatan teknologi dan teologi itu harus seimbang.

“Jadi skala dan niskala itu harus seimbang. Sekalanya kita sudah physical distancing dan lain-lain hingga membudayakan hidup sehat. Mudah-mudahan niskala nya kemana lagi kita mengadu dan memohon kalau tidak kepada Beliau yang diatas,” kata Wayan Sukarya.

Ini adalah harapan dan permohonan semoga semakin banyak orang berdoa semoga bumi kita akan semakin baik kemudian peringatan yang diberikan kepada kita melalui virus corona ini juga akan segera berakhir.

Dan kita semua akan memasuki era baru dengan penyadaran baru karena sejujurnya dengan adanya virus ini barang kali ini adalah peringatan kepada kita bahwa ada hal-hal yang harus kita perbaiki.(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved