Breaking News:

Corona di Bali

Dinas PMPTSP Badung Tutup Sementara Pengurusan Perizinan Secara Tatap Muka, Diganti dengan Online

Penutupan yang dilakukan tersebut sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Dok
Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penutupan sementara sejumlah perizinan yang selama ini dilakukan secara tatap muka sudah dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Badung.

 Penutupan yang dilakukan tersebut sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas PMPTSP Badung I Made Agus Aryawan mengatakan dalam penutupan sementara perizinan tersebut, pihaknya pun memasang pengumuman  pada tanggal 13 Mei 2020 lalu.

 Sehingga masyarakat yang mengurus izin bisa menunda sementara perijinan dengan bertatap muka.

Pantauan Penerapan PKM di Pos Penatih Denpasar Jumat (15/5) Sore, Kendaraan Dibiarkan Bebas Melintas

Koramil 1611-05/Abiansemal Berikan Masker Gratis ke Warga dan Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Gentong Seribu, Cara Kecamatan Sempu Banyuwangi Tangani Dampak Covid 19

"Untuk menggantinya kami terapkan dengan sistem online. Pelaksanaan perizinan online pun sudah diterapkan sejak 16 Maret 2020," ujarnya Agus Aryawan, saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2020)

Menurutnya kebijakan ini menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Badung Nomor 241 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Bupati Badung Nomor 210 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung,

"Jadi sejak itu (16 maret-red)  sudah kita lakukan penyesuaian untuk membatasi pelayanan yang bersifat tatap muka langsung," tambahnya

Mantan Sekretaris Bappeda Litbang Badung ini menegaskan untuk  pelayanan di Kabupaten Badung tetap jalan, dengan mengoptimalkan pelayanan secara online.

"Sesungguhnya untuk online ini sudah kita lakukan sejak tahun 2018. Ini untuk penegasan saja, jika penutupan pelayanan yang bersifat tatap muka berlaku hingga 29 Mei 2020,” tegasnya.

Nah, untuk proses perizinan dan non perizinan yang bisa dilakukan secara online, misalnya Laporan (layanan perizinan online), OSS (Online Single Submission), Cek ITR (Informasi Tata Ruang) Online, LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal), Konsultasi ITR dan Gambar, Estimator Retribusi IMB, dan Call Center.

 Masyarakat yang hendak mengajukan permohonan perizinan pun tidak perlu khawatir, sebab sudah ada petugas yang bisa memandu.

"Petugas pun ada di kantor untuk memandu dengan aplikasi call center," bebernya.

Disinggung seberapa banyak permohonan perizinan yang masuk di tengah pandemi Covid-19, Agus Aryawan mengaku memang ada penurunan.

 "Memang kalau dilihat dari jumlah orang yang mengajukan permohonan perizionan ada penurunan. Dibandingkan dengan sebelum ada pembatasan pelayanan, ya sekitar 40 persen penurunannya," akunya.

Pihaknya pun berharap agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu.

Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat kembali bisa berjalan seperti sediakala.

Utang Indonesia pada Kuartal I 2020 Sebesar 389,3 Miliar Dolar Amerika Serikat

Pelatih Bali United Teco: Liga 1 Indonesia Bisa Kembali Digelar, Tapi dengan Format Kompetisi

Update Corona di Indonesia 15 Mei 2020: Sembuh Bertambah 285 Jadi 3.803, Positif 16.496

"Tentu kami harapkan pademi ini bisa cepat berlalu, sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasa," pungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved