Kasus Putus Sekolah di Karangasem Berjumlah 227 Orang, Ini Jadi Penyebab
Rinciannya, kasus putus sekolah di Sekolah Dasar (SD) 127 siswa, sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitr 107 orang siswa.
Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika.
Program yang dibentuk diantaranya beasiswa bagi siswa tidak mampu berupa Kartu Karangasem Cerdas (KKC). Bantuan ini diberikan sejak tahun sebelumnya ke siswa miskin.
Pemerintah juga telah membuat sekolah FILIAL dan SATAP (Pendidikan SD - SMP satu atap) daerah pegunungan. Terutama di daerah yang sulit diakses siswa. Seperti beberapa desa Kecamatan Kubu, dan Abang.
Sekolah FILLIAL serta SATAP dibangun untuk menekan serta mengurangi putus sekolah.
"Disdikpora Karangasem juga membuat program guru menjemput. Guru pengajar akan jemput siswa yang jarang sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan kasus putus sekolah di Karangasem,"ungkap I Gusti Ngurah Kartika, mantan guru di Sidemen.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-pemuda-dan-olahrga-disdikpora-karangasem-gusti-ngurah-kartika.jpg)