Kasus Putus Sekolah di Karangasem Berjumlah 227 Orang, Ini Jadi Penyebab

Rinciannya, kasus putus sekolah di Sekolah Dasar (SD) 127 siswa, sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitr 107 orang siswa.

Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Angka putus sekolah di Karangasem alami penurunan.

Untuk tahun 2019, jumlah kasus putus sekolah mencapai 227 orang.

Rinciannya, kasus  putus sekolah di Sekolah Dasar (SD) 127 siswa, sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitr 107 orang siswa.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika mengatakan, persentase angka putus  sekolah di SD hanya 0,27 persen serta SMP 0,48 persen.

Ditangkap Saat Akan Menempel Sabu, Residivis Narkotik Firman Arbai Diganjar 9 Tahun Penjara

Terdapat Tiga Pos Pantau Terpadu PKM di Wilayah Denpasar Barat, Ini Titik Lokasinya

Beri Penerangan Hukum Ditengah Covid-19, Kejari Badung Ajak Pejabat Ikut Podcast Voice of Adhyaksa

Kasus putus sekolah di Karangasem terjadi setiap tahun.

"Angka putus sekolah tahun pelajaraan 2018 - 2019, jenjang SD 120 orang dengan persentase 0,27 % serta jenjang SMP dengaan persentase 0,48 %. Persentasenya termasuk kecil. Untuk data 2020 belum ada,"kata Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, Jumat (15/5/2020) siang.

Ditambahkan, angka putus sekolah di Bumi Lahar disebabkan geografis daerah.

Terutama jalan dekat pegunungan. Seperti jalan terjal, menanjak, dan bertanah.

Biasanya siswa menempuh perjalanan menuju sekolah dengan berjalan kaki. Infrastruktur juga menjadi penyebab utama siswa  putus sekolah di Karangasem.

Untuk diketahui, hampir sebagian jalan di daerah pegunungan kondisi belum menggunakan hotmik. Masih bertanah dan berdebu.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved