Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Update Virus Corona di Buleleng - Pasien Positif Covid-19 Bertambah Dua Orang Akibat Transmisi Lokal

Ia terpapar virus corona karena sempat melakukan kontak dengan keluarganya yang merupakan PDP 54.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi, dan pasien tersebut tercatat bukan sebagai pasien covid. Proses penanganan jenazah memang dilakukan dengan protokol covid. Kami sudah melakukan tracing, ada 11 orang yang sudah diswab dan hasilnya negatif. Ini menunjukan kami tidak bisa mengambil kesimpulan yang bersangkutan meninggal karena covid, dan tidak masuk dalam catatan covid,” tegas Suyasa.

Bupati Berikan Beras Untuk Relawan Covid-19

Sebagai bentuk apresiasi kepada para relawan covid-19 yang ada di Buleleng, Bupati Putu Agus Suradnyana akan memberikan bantuan sembako berupa beras

Dimana, jumlah relawan covid-19 yang ada di Buleleng sebanyak 5.000 orang.

 Dalam bulan ini, masing-masing relawan itu akan mendapatkan jatah bantuan beras sebanyak 15 kilogram beras.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk bantuan beras ini sebesar Rp 800 juta, dan akan dicairkan dalam bulan ini.

“Ini adalah bentuk apresiasi Bupati terhadap kinerja para relawan covid, yang tugasnya memang cukup beras selama beberapa bulan ini. Beras ini hanya diberikan satu kali,” jelas Suyasa.

Selain akan mencairkan bantuan beras untuk para relawan covid-19, pada bulan ini Pemkab Buleleng juga akan mencairkan anggaran sebesar Rp 400 juta, untuk memberikan stimulus kepada 13 kelompok Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

 Seperti diketahui, stimulus ini diberikan kepada LPM agar gabah-gabah milik para petani habis terjual.

“Gabah petani saat ini sedikit terjual karena keluar masuk daerah dibatasi, sehingga petani sulit untuk menjual gabah-gabahnya. Bupati kemudian mengambil skema stimulus untuk LPM agar bisa membeli gabah petani, lalu digiling menjadi beras dan dijual ke distibutor, atau kerjasama dengan PD Swatantra.  Skema ini sudah diputuskan, saat ini sedang dalam tahap penyusunan regulasi administrasi untuk diamprahkan. Bulan ini harus sudah berjalan,” tutup Suyasa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved