Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Update Virus Corona di Buleleng - Pasien Positif Covid-19 Bertambah Dua Orang Akibat Transmisi Lokal

Ia terpapar virus corona karena sempat melakukan kontak dengan keluarganya yang merupakan PDP 54.

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA  – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng mengumumkan adanya penambahan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang hasil swabnya terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19.

Dua pasien ini diberi kode PDP 55 dan PDP 58, dan masuk dalam kasus transmisi lokal.

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pada Selasa (19/5/2020) mengatakan, untuk PDP 55 ini merupakan warga asal Kecamatan Sawan.

Ia terpapar virus corona karena sempat melakukan kontak dengan keluarganya yang merupakan PDP 54.

Jelang Lebaran, Din Syamsuddin Ingatkan Umat Islam Konsisten Ibadah di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Operasi Pasar Pemkab Badung Sangat Diminati Masyarakat, Barang Kebutuhan Pokok Ludes dalam 2 Jam

Polres Buleleng Gerebek Judi Tajen, Bebotoh Berhasil Melarikan Diri

Seperti diketahui, PDP 54 sudah lebih dulu dirawat di RS Pratama Giri Emas pada Sabtu (16/5) lalu, dan pada Senin (18/5) malam kemarin ia sudah dinyatakan sembuh.

Demikian dengan  PDP 58, tertular virus corona karena sempat melakukan kontak dengan keluarganya yang merupakan PDP 51.

Seperti diketahui, PDP 51 sudah dirawat di RS Pratama Giri Emas sejak Rabu (13/5). 

Dengan bertambahnya dua pasien positif, total pasien yang kini tengah dirawat di RS Pratama Giri Emas sebanyak 14 orang.

Selain mengumumkan penambahan dua PDP yang terkonfirmasi positif virus corona, Suyasa menyebutkan, saat ini juga ada dua PDP yang telah dinyatakan sembuh.

Mereka adalah PDP 54 dan PDP 35. Untuk diketahui PDP 35 merupakan pedagang di Pasar Desa Bondalem, Kecamatan Tajakula, dan sempat dirujuk ke RSUP Sanglah.

Sementara saat disinggung terkait perkembangan 14 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang ada di Kecamatan Seririt, yang hasil rapid testnya sempat rekatif, dikatakan Suyasa mereka kini telah dinyatakan terbebas dari penularan virus corona.

 Ini setelah Gugus Tugas menerima hasil swab kali kedua dari tim medis.

 Dimana berdasarkan hasil swab itu, 14 OTG dinyatakan negatif dari virus corona sehingga status OTGnya kini telah dicabut.

Sedangkan pasien asal Kecamatan Seririt yang meninggal beberapa waktu lalu di RSUD Buleleng kata Suyasa, tidak tercatat sebagai pasien covid-19.

Termasuk Kelompok Terdampak Covid-19, Sopir Bus di Jembrana Dibantu Paket Sembako

Jelang Idul Fitri Harga Daging Ayam di Klungkung Meroket, Harga Komoditi Bumbu Dapur Justru Turun

5 Hari Penerapan PKM di Denpasar, 1.990 Pengendara Diminta Putar Balik

Pasien berusia 92 tahun tersebut tercatat meninggal karena penyakit tuberkulosis (TB) serta jantung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi, dan pasien tersebut tercatat bukan sebagai pasien covid. Proses penanganan jenazah memang dilakukan dengan protokol covid. Kami sudah melakukan tracing, ada 11 orang yang sudah diswab dan hasilnya negatif. Ini menunjukan kami tidak bisa mengambil kesimpulan yang bersangkutan meninggal karena covid, dan tidak masuk dalam catatan covid,” tegas Suyasa.

Bupati Berikan Beras Untuk Relawan Covid-19

Sebagai bentuk apresiasi kepada para relawan covid-19 yang ada di Buleleng, Bupati Putu Agus Suradnyana akan memberikan bantuan sembako berupa beras

Dimana, jumlah relawan covid-19 yang ada di Buleleng sebanyak 5.000 orang.

 Dalam bulan ini, masing-masing relawan itu akan mendapatkan jatah bantuan beras sebanyak 15 kilogram beras.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk bantuan beras ini sebesar Rp 800 juta, dan akan dicairkan dalam bulan ini.

“Ini adalah bentuk apresiasi Bupati terhadap kinerja para relawan covid, yang tugasnya memang cukup beras selama beberapa bulan ini. Beras ini hanya diberikan satu kali,” jelas Suyasa.

Selain akan mencairkan bantuan beras untuk para relawan covid-19, pada bulan ini Pemkab Buleleng juga akan mencairkan anggaran sebesar Rp 400 juta, untuk memberikan stimulus kepada 13 kelompok Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

 Seperti diketahui, stimulus ini diberikan kepada LPM agar gabah-gabah milik para petani habis terjual.

“Gabah petani saat ini sedikit terjual karena keluar masuk daerah dibatasi, sehingga petani sulit untuk menjual gabah-gabahnya. Bupati kemudian mengambil skema stimulus untuk LPM agar bisa membeli gabah petani, lalu digiling menjadi beras dan dijual ke distibutor, atau kerjasama dengan PD Swatantra.  Skema ini sudah diputuskan, saat ini sedang dalam tahap penyusunan regulasi administrasi untuk diamprahkan. Bulan ini harus sudah berjalan,” tutup Suyasa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved