Pegawai OJK Bali Serahkan Bantuan Sembako, Masker dan APD ke Masyarakat

Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, melaksanakan program sosial peduli pandemi Covid-19

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Penyerahan sembako oleh Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IPO) Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, di Denpasar, Bali, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IPO) Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, melaksanakan program sosial peduli pandemi Covid-19 dengan menyerahkan bantuan berupa paket sembako, masker dan APD. 

Paket sembako dan/atau masker diberikan kepada Banjar Pelita Sari, pegawai outsourching di Kantor OJK Bali, serta masyarakat di sekitar kantor OJK Bali, seperti tukang parkir, tukang kebersihan dan pedagang. 

Sedangkan APD diserahkan langsung Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda, kepada 4 (empat) rumah sakit rekanan OJK Bali, yaitu Rumah Sakit Siloam, Kasih Ibu, BaliMed dan Puri Raharja. 

"Total nilai bantuan yang disebarkan hari ini mencapai Rp 100 juta," katanya, Rabu (20/5/2020).

Dalam sambutannya, sebelum menyerahkan bantuan, Kepala OJK Bali menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial OJK secara nasional sebagai bentuk kepedulian OJK terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

"Adapun sumber dana kegiatan ini berasal dari pemotongan gaji pegawai OJK sejak April hingga Desember 2020," tegasnya. 

Bantuan diserahkan kepada masyarakat di sekitar kantor OJK Bali di Jln Diponegoro, Denpasar, Bali.

Ketua Ikatan Pegawai OJK Bali, Sugihartoyo menyatakan akan membagikan sebagian paket sembako kepada masyarakat di sekitar Sanur dan Seminyak, sebagai daerah pariwisata yang terdampak langsung pandemi Covid-19.

Saat ini pegawai OJK sebagian besar bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Serta tetap berkomitmen dan bekerja keras menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta fundamental sektor riil melalui berbagai kebijakan strategis OJK yang bersifat countercyclical dan antisipatif terhadap potensi risiko ke depan.

(*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved