Warga Dililit Ular

Pawang Ular: Jangan Pernah Lilitkan Ular Secara Penuh di Leher, Kenali Karakteristiknya

Karena sejinak-jinaknya binatang, suatu saat naluri binatangnya pasti akan keluar apalagi saat sedang lapar maupun birahi.

Dok Klungkung
Gusti Ngurah Bagus Permana (16) tergeletak tidak sadarkan diri karena dililit ular peliharaannya di jalan Kresna, Semarapura, Klungkung, Bali, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Seorang remaja bernama Gusti Ngurah Bagus Permana (16) asal lingkungan Kemoning, Klungkung, Bali terlilit ular piton peliharannya sendiri pada bagian lehernya, Kamis (21/5/2020).

Akibat kejadian tersebut, dirinya pun sempat tak sadarkan diri dan dirawat di RSUD Klungkung.

Terkait kejadian ini, pawang ular, Kadek Adi Saputra atau yang biasa dipanggil Ady Cobra dari Yayasan Bali Reptile Rescue mengatakan dalam memperlakukan binatang apalagi yang berbahaya seperti ular, hendaknya bisa memperhatikan karakteristiknya.

Karena sejinak-jinaknya binatang, suatu saat naluri binatangnya pasti akan keluar apalagi saat sedang lapar maupun birahi.

Selama Pelaksanaan PSBB Diprediksi Ada 400.000 Kasus Kehamilan Tak Direncanakan di Indonesia

Strategi Pikat Wisman Australia agar Memilih Bali untuk Berlibur Pasca Pandemi Corona

4 Trik Menyulap Dapur Sederhana Terlihat Menarik dan Mewah, Tanpa Menguras Kantong!

Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Akibat Pandemi Covid-19

“Walaupun sudah tahu ular tersebut jinak, harus tetap kita tahu karakteristiknya. Kalau saat lapar bagaimana, kalau saat birahi bagaimana. Apalagi sekarang musim kawin ular itu,” katanya.

Ia mengatakan, apabila ular tersebut lapar, maka akan lebih agresif, apalagi dengan manusia yang berdarah panas, sementara ular berdarah dingin.

“Jacobsonnya pasti berfungsi apalagi saat kita sedang panik, capek, getaran jantung pasti semakin meningkat jadinya, sehingga ular pasti akan semakin agresif,’ katanya.

Sementara jika sedang birahi ular akan sensitif saat disentuh, dan saat kaget akan langsung menyerang, karena saat kawin, ular saling gigit dengan pasangannya.

Selain itu, saat membawa ular piton jangan sampai melilitkan penuh di leher, melainkan seperti mengalungkan handuk.

“Jangan sampai terlilit sekali apalagi dua kali. Bahaya, walaupun jinak. Letakkan seperti handuk, pegang leher dan ekornya," katanya.

Apalagi dalam video yang sempat ditontonnya terkait kejadian ini, remaja tersebut berani melilitkan ular di lehernya sambil bawa sepeda motor.

“Itu parah sekali berani melilitkan ular di leher sambil bawa motor. Karena kagetnya ular, bisingnya keadaan, walaupun ular tidak mendengar, namun dengan keramaian, merasa terancam dengan situasi alam sekitar pasti akan agresif. Padahal ularnya kecil tidak terlalu besar,” katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved