Corona di Bali

Bupati Bangli Akan Tinjau Ulang Pembatasan Jam Operasional Dagang di Bangli

Bupati Bangli, I Made Gianyar berencana melakukan peninjauan ulang ihwal pembatasan jam operasional dagang di Bangli, Bali

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Bupati Bangli, I Made Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bupati Bangli, I Made Gianyar berencana melakukan peninjauan ulang ihwal pembatasan jam operasional dagang di Bangli, Bali.

Hal tersebut diungkapkan Made Gianyar, Kamis (21/5/2020).

Rencana pelonggaran jam dagang mengacu pada berhasilnya karantina wilayah di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut.

Sehingga penambahan kasus positif corona di Bangli dinilai telah mampu untuk dikendalikan.

Prakiraan Cuaca di Bali Hari Ini, Waspada! Hujan Disertai Petir Diprediksi Terjadi di Wilayah Ini

Dokter RSUP Sanglah di Bali Positif Covid-19, Diduga Terpapar Pasien yang Dirawat

Seorang WBP Lapas Kerobokan Meninggal Karena Sakit, Ini Kata Kalapas Klas IIA Kerobokan

“Saat ini kita sudah lebih mapan dalam penanganannya, dengan manajemen yang lebih bagus. Sehingga kasus positif cepat terdeteksi, untuk selanjutnya dikarantina dan mendapat penanganan tim medis,” ujarnya.

Pria asal Desa Bunutin, Kintamani menilai saat ini masyarakat di Bangli sudah lebih familier terhadap penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pihaknya pun kini berencana untuk melanjutkan pada tahap berikutnya, terkait masalah ekonomi masyarakat.

Sebab pihaknya tidak memungkiri jika ekonomi di masyarakat harus tetap bergerak.

“Nanti akan dikaji bersama tim teknis, karena pada prinsipnya yang penting protocol kesehatan benar-benar dijalankan oleh masyarakat. Seperti menggunakan masker, kurangi bersentuhan, hingga menjaga jarak. Secepatnya tiang (saya) akan rapatkan, karena kita juga tidak boleh takut berlebihan. Rencananya Selasa (26/5/2020) tiang akan panggil tim ekonomi untuk membahas rencana ini,” ucapnya.

Gianyar memberikan apresiasi yang tinggi pada tim survilans Dinas Kesehatan yang mampu mendeteksi kasus positif dengan cepat di suatu wilayah.

Sehingga virus Corona tidak menyebar ke masyarakat luas.

“Seperti di Umanyar, bilamana tidak segera tertangani tentu ada potensi meluas. Harapan kami semakin banyak masyarakat tertangani bisa segera sembuh, sehingga semakin banyak desa yang terbebas dari Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Humas Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengungkapkan, pada hari ini terdapat penambahan satu kasus positif. Yang bersangkutan merupakan warga lokal asal Banjar Umanyar, Desa Tamanbali.

“Ini merupakan sisa hasil swab yang belum keluar. Dimana dari total delapan sample, empat sample diantaranya telah keluar dan diketahui satu sample terkonfirmasi positif. Dengan demikian, total kasus positif di Bangli tercatat sebanyak 87 kasus, dimana 21 orang masih dalam perawatan dan 64 orang telah dinyatakan sembuh,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved