Seorang WBP Lapas Kerobokan Meninggal Karena Sakit, Ini Kata Kalapas Klas IIA Kerobokan

Terkait meninggalnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bernama I Wayan Sudarta, Ini kata Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIA Kerobokan

Surya
ilustrasi jenazah 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Diberitakan sebelumnya, seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIA Kerobokan, Badung, Bali, bernama I Wayan Sudarta (58), dikabarkan meninggal dunia, Kamis (21/5/2020) sekitar pukul 16.00 Wita.

WBP yang mendekam di Blok Tirta Gangga ini diketahui meninggal akibat sakit yang dideritanya.

Ia sempat mengeluh demam, badan lemas, muka pucat dan muntah darah.

Terkait meninggalnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bernama I Wayan Sudarta dibenarkan Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIA Kerobokan, Yulius Sahruzah.

Prakiraan Cuaca di Bali Hari Ini, Waspada! Hujan Disertai Petir Diprediksi Terjadi di Wilayah Ini

Seorang WBP Lapas Kerobokan Meninggal Dunia, Usai Mengalami Demam dan Muntah Darah

Seleksi Ketat Masuk Bali, Via Bandara Ngurah Rai Wajib Negatif Tes Swab, Ini Alasannya

Dikatakannya, yang bersangkutan sempat mendapat perawatan di klinik lapas.

"Iya benar. Pagi tadi sekitar jam setengah sembilan yang bersangkutan diantar oleh teman sekamarnya ke klinik lapas, karena indikasinya muntah darah. Setelah itu ditangani oleh dokter lapas sembari kami menghubungi pihak keluarga," tuturnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2020) malam.

Karena dianggap memerlukan penanganan lebih lanjut kata Yulius, sekitar pukul 10.00 Wita I Wayan Darta dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

"Dugaannya meninggal di rumah sakit. Tadi keluarganya sudah hadir. Waktu di rumah sakit, petugas kami menunggu di luar, yang menunggu di dalam adalah istri yang bersangkutan," jelas Yulius.

"Meninggalnya karena keluhan muntah darah. meninggalnya sekitar jam 2 siang atau jam setengah tiga. Jenazah sudah diserah terimakan ke keluarga. Hasil pemeriksaan dari dokter juga sudah diterima oleh pihak keluarga. Keluarga sudah mengetahui jika yang bersangkutan sebelumnya punya riwayat sakit," Imbuhnya.(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved