Ketersediaan Beras di Bulog Masih 100 Ton, Disperindag Denpasar Sebut Aman hingga 6 Bulan ke Depan

pala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, stok beras untuk masyarakat kota Denpasar masih aman terkenda

Tribun Bali/Istimewa
ilustrasi beras Lokal 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk ketersediaan pangan beras di wilayah Denpasar, sejauh ini dikatakan masih aman.

Dari pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, stok beras yang masih terdapat di Bulog mencukupi hingga 6 bulan ke depan.

Untuk distribusinya pun terkontrol dan sudah dilakukan setiap dua hari sekali.

Sedangkan untuk saat ini ketersediaan beras di gudang Bulog mencapai 100 ton beras.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, stok beras untuk masyarakat kota Denpasar masih aman terkendali.

Walau Tidak Ditutup untuk Umum, Taman Kota Gianyar Sepi Saat Pandemi Covid-19

Bupati Bangli Akan Tinjau Ulang Pembatasan Jam Operasional Dagang di Bangli

Seorang WBP Lapas Kerobokan Meninggal Karena Sakit, Ini Kata Kalapas Klas IIA Kerobokan

Ketersediaannya di Bulog pun masih mencukupi. Bahkan jumlah stok dalam dekat ini akan mengalami penambahan, hal tersebut karena bulan depan sudah memasuki musim panen.

“Stoknya cukup aman. Dan cukup untuk 6 bulan ke depan. Bulan depan sudah panen lagi jadi pasti stoknya akan bertambah,” ungkapnya, saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp pada, Jumat (22/5/2020).

Ia juga menambahkan, walaupun di tengah pandemi Covid-19 stok beras masih aman dan harganya pun masih stabil.

Tidak ada kenaikan harga untuk bahan pokok seperti beras.

Dokter RSUP Sanglah di Bali Positif Covid-19, Diduga Terpapar Pasien yang Dirawat

Seleksi Ketat Masuk Bali, Via Bandara Ngurah Rai Wajib Negatif Tes Swab, Ini Alasannya

Kisah Haru Ibu Ajak Anak Jalan Kaki 10 Km Demi Sekeresek Beras untuk Makan, Tak Ada Uang Naik Angkot

“Harganya masih sama. Masih stabil, di semua pasar harganya sama Rp 12 ribu untuk beras premium, Rp 9.350 untuk beras medium (bulog), Rp 11 ribu untuk beras lokal C4 Super dan Rp 20 ribu untuk beras organik,” tambahnya.

Meskipun tidak ditemukan kendala, tak berarti Disperindag Denpasar tenang. Sebab sewaktu-waktu kebutuhan pokok seperti beras bisa saja mengalami penurunan stok akibat pendistribusian yang tidak terkontrol.

Untuk mengantisipasi hal tersebut secara rutin Disperindag Kota Denpasar selalu mengadakan monitoring atau pengawasan terhadap agen-agen beras termasuk bulog agar distribusi beras dapat dilakukan secara terkontrol. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved