Corona di Bali

120 Tenaga Medis di RSUD Wangaya yang Tangani Covid-19 Diusulkan Dapat Insentif ke Pusat

Tenaga medis RSUD Wangaya yang menangani Covid-19 diusulkan untuk menerima insentif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto ilustrasi tenaga medis 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tenaga medis RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, yang menangani Covid-19 diusulkan untuk menerima insentif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia oleh Pemkot Denpasar.

Jumlah tenaga medis yang diusulkan yakni 120 orang baik dari perawat hingga dokter.

Pengajuan insentif ini sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020) siang mengatakan, tim medis yang diajukan untuk menerima insentif ini yakni dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, analis kesehatan di Lab, dan radiografer, yang terlibat langsung dalam penanganan pasien Covid-19.

Mencegah Kanker hingga Membuat Kulit Wajah Lebih Sehat, Ini Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan Tubuh

Menggunakan Bahan Sederhana, Resep Kacang Goreng Balut Tepung untuk Cemilan Lebaran

Banjar Peken Sumerta Kaja Denpasar Bagikan 167 Paket Sembako, Gelombang Dua Direncanakan 133 Paket

"Untuk besaran insentif yang diterima tenaga medis ini bervariasi sesuai dengan SK dari Kemenkes," kata Dewa Rai.

Untuk dokter spesialis, maksimal mendapatkan sebesar Rp 15 juta.

Dokter umum maksimal Rp 10 juta, sementara bidan dan perawat Rp 7.5 juta, serta analis kesehatan di Lab dan radiografer sebesar Rp 5 juta.

"Yang diusulkan hanya tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19," kata Dewa Rai.

Tak hanya untuk tenaga medis, beberapa pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 juga akan mendapat insentif.

Mereka seperti sopir ambulans yang menjemput pasien Covid-19, termasuk cleaning service yang bertugas di ruang isolasi.

Namun pemberian insentif tersebut menggunakan dana APBD Kota Denpasar.

"Itu dananya dari APBD, kalau yang untuk tenaga medis yang 120 orang itu dananya langsung dari pusat," kata Dewa Rai.

Namun saat ini terkait yang akan menerima insentif melalui APBD masih dalam tahap pendataan dan verifikasi. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved