Corona di Bali

4.337 Pengendara Diminta Putar Balik Selama Pelaksanaan PKM di Denpasar  

Minggu (24/5/2020) merupakan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar yang kesembilan

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pemeriksaan di Pos Uma Anyar, Ubung, Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Minggu (24/5/2020) merupakan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar yang kesembilan.

Untuk penjagaan masih tetap dilaksanakan di 8 titik perbatasan masuk ke Kota Denpasar, Bali.

Pelaksanaan hari kesembilan ini berjalan cukup lancar dan tak ada penumpukan kendaraan di pos penjagaan.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, walaupun sudah memasuki pelaksanaan kesembilan, namun masih saja ditemukan ada pengendara yang tak menggunakan masker.

Juga ada pengendara tak melengkapi diri dengan identitas sehingga diminta putar balik.

Makam Maruti 13 di Denpasar Ditutup, Umat Muslim Ziarah Tabur Bunga di Depan Halaman Pemakaman

Warga Kampung Muslim Angantiga Petang, Laksanakan Sholat Ied di Rumah Masing-masing

5 Minuman Ini Dipercaya Dapat Membuat Tidur Lebih Nyenyak, Teh Chamomile hingga Banana Smoothie

"Masih tetap kami temukan yang tidak pakai masker. Padahal masker itu penting untuk diri sendiri, sama seperti penggunaan helm saat berkendara juga penting kan," katanya.

Ia menambahkan, jika nanti masyarakat sudah semakin disiplin, maka penjagaan pun tak akan dilakukan lagi.

"Kalau semua sudah disiplin, nanti kita mungkin tidak perlu berjaga lagi," katanya.

Sementara itu, dari data terakhir yang diperoleh Tribun Bali, sebanyak 4.337 pengendara tak memiliki tujuan yang jelas dan tak membawa surat keterangan atau surat tugas.

Yang tak menggunakan masker sebanyak 399 orang.

Sehingga total 4.337 orang atau pengendara yang diminta putar balik.

Sementara yang mengikuti rapid test sebanyak 719 orang dengan hasil non reaktif.

Ia menambahkan, untuk yang mengikuti rapid test kini pun dilaksanakan secara selektif agar tepat sasaran.

"Rapid test-nya sesuai SOP agar tepat sasaran. Yang dites itu yang dicurigai datang dari daerah zona merah, maupun dari luar Bali secara sampling," katanya. (*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved