Banyak Kue Kering Saat Lebaran, Berikut Cara Menyimpannya agar Tidak Cepat Lapuk dan Tetap Enak

Saat hari raya Lebaran seperti ini, biasanya banyak toples kue kering berserakan di rumahmu. Sebut saja nastar, kastengel, lidah kucing, putri salju,

kolase
Nastar dan Kaastengels 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Saat hari raya Lebaran seperti ini, biasanya banyak toples kue kering berserakan di rumahmu.

Sebut saja nastar, kastengel, lidah kucing, putri salju, dan masih banyak lagi.

Asal kue kering bukan hanya dari buatanmu sendiri, melainkan juga dari parsel kiriman kerabat dekat.

Jumlah kue kering yang cukup banyak membuat kamu harus pintar-pintar dalam menyimpannya.

Salah menyimpan kue kering bisa membuatnya lapuk, berjamur, dan rasanya berubah.

Tips Aman Pesan Makanan Melalui Online Ala BBPOM Denpasar

Cara Silaturahmi Virtua Via WhatsApp dengan 8 Orang Sekaligus

Ini Manfaat Cabai untuk Kesehatan, Menurunkan Gula Darah hingga Mengatasi Hidung Tersumbat

Menurut Executive Pastry Chef Swissotel Jakarta PIK Avenue, Budi Kuniawan, kue kering bisa bertahan sampai tiga bulan jika disimpan dengan tepat.

“Kue kering sebaiknya disimpan di wadah atau toples kedap udara. Lebih baik lagi disertakan silica gel yang food grade dalam penyimpanan,” ujar Chef Budi dilansir dari Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Sementara itu jika kamu sering membuka wadah kue kering, maka kue kering mungkin hanya akan bertahan sekitar satu bulan saja.

Awet atau tidaknya kue kering, sangat tergantung dengan kelembaban udara di sekitarnya.

Jika kelembaban udara tidak tinggi alias kering, maka akan semakin bagus untuk kue.

Gianyar Nihil Penambahan Pasien Positif, Satgas Covid-19 Ajak Warga Jaga Gianyar

Hana Kimura, Pegulat Jepang Berdarah Indonesia Meninggal Diduga Bunuh Diri

Ini 8 Drakor yang Bercerita Tentang Dunia Paralel, Signal hingga Life on Mars

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved