Corona di Bali

Update Covid-19 di Bali, Sembuh : 6 Orang, Positif : 6 Orang, 4 di Antaranya Transmisi Lokal

Hari ini terdapat penambahan kasus positif sebanyak 6 orang WNI, terdiri dari 2 orang PMI dan 4 orang merupakan kasus transmisi lokal.

Istimewa
Perkembangan akumulatif kasus Covid-19 di Bali pada Minggu (24/5/2020). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali pada Minggu (24/5/2020).

Jumlah kumulatif pasien positif hari ini sebanyak 394 orang.

Artinya terdapat penambahan hari ini sebanyak 6 orang WNI, terdiri dari 2 orang PMI dan 4 orang merupakan kasus transmisi lokal.

"Sementara untuk jumlah pasien yang telah sembuh hari ini sejumlah 293 orang. Dan bertambah 6 orang WNI, terdiri dari 2 orang PMI, 3 orang imported case dan 1 orang kasus transmisi lokal," ungkap, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Untuk jumlah pasien yang meninggal masih tetap sejumlah 4 orang. Sedangkan untuk jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 97 orang yang berada di 3 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering).

3 Blok Ruko, 1 Warung Lalapan dan 1 Toko Ikan di Denpasar Dilahap Si Jago Merah

Total Pasien Meninggal Dunia di Indonesia karena Covid-19 Hingga Hari Ini Sebanyak 1.372

Di Tengah Pandemi Covid-19, Transaksi Sapi di Pasar Beringkit Menurun hingga 50 Persen

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal komulatif sejumlah 166 Orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

"Yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19," tambahnya.

Pria 20 Tahun Berkelahi dengan Ayah dan Adiknya Hingga Berakhir Meninggal Dunia

Selain Kolesterol, Inilah Dampak Buruk Terlalu Banyak Menyantap Makanan Manis dan Bersantan

Pernikahan Tersangka Pemerkosaan Berlangsung di Mapolres Baubau, Sang Istri Menangis

Halaman
12
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved