Hingga Saat Ini, Nelayan yang Hilang di Pantai Water Blow Belum Ditemukan
Tim SAR Gabungan dan Subsatgas Polair Ops Ketupat Agung 2020 Polda Bali masih melakukan pencarian nelayan I Made Arnawan alias Made Dolpin yang hilang
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hingga Senin (25/5/2020) sore, Tim SAR Gabungan dan Subsatgas Polair Ops Ketupat Agung 2020 Polda Bali masih melakukan pencarian nelayan I Made Arnawan alias Made Dolpin yang hilang di Pantai Water Blow, Nusa Dua, Kuta Selatan, Bali.
Hasilnya, tim Sar Gabungan belum berhasil menemukan nelayan tersebut
"Sampai saat ini masih dalam pencarian," kata Kepala Kantor Basarnas Provinsi Bali, Gede Darmada saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Tim Sar masih menyusuri Pantai Water Blow dan perairan Nusa Dua untuk mencari korban.
Seperti diberitakan, I Made Dolpin yang beralamat di Jalan Lingkar, Kampus Unud, Jimbaran itu dikabarkan hilang saat melaut di perairan Nusa Dua, Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 05.30 wita.
• 320 WBP Lapas Kerobokan Peroleh Remisi Khusus Idul Fitri, Tujuh Orang Diantaranya Warga Negara Asing
• Bila Ditemukan Unsur Perencanaan, Polresta Denpasar Bakal Proses Lanjut Kasus Kerumunan Kampung Jawa
• Besok, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka, Ketahui Kesalahan yang Bisa Bikin Gagal
Siang itu, Dolpin keluar rumah seperti biasa melaut dan memancing ikan menggunakan perahu.
Sekitar pukul 14.15 wita, korban sempat menginformasikan ke temannya melalui telepon bahwa perahu korban saat itu terbalik di perairan Nusa Dua.
"Dan telepon terputus, setelah itu teman korban yang juga merupakan saksi atas nama Wayan Rajat Gunawan, asal Tanjung Benoa, kembali menelepon korban dengan maksud menanyakan kondisi dan posisi korban, namun sayang hp korban sudah sudah tidak bisa dihubungi lagi," kata Ipda Ketut Damar.
• BREAKING NEWS-Ratusan Warga Werdi Bhuwana Jalani Rapid Test Tahap II, Dilaksanakan Dinkes Badung
• Kadek Burit Teriak Lihat Asap Mengepul, Atap Bale Piyasan Merajan Hangus Dilalap Api
Waktu itu, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polair terdekat dan Polair langsung berkoordinasi dengan basarnas dan TNI AL dan melakukan pencarian korban disepanjang pantai Nusa Dua.
Lantaran faktor cuaca beberapa hari ini sangat ekstrem, dan dibarengi dengan hujan dan angin kencang yang menyebabkan gelombang sangat besar di sepanjang perairan Nusa Dua, pencarian dilanjutkan keesokan hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tim-basarnas-provinsi-bali-saat-melakukan-pencarian-nelayan-yang-hilang-di-pantai-warer-blow.jpg)