Corona di Dunia
Perdana Menteri Boris Johnson Sebut Inggris Segera Buka Kembali Semua Toko Ritel mulai 15 Juni
Pada 15 Juni, kami bermaksud untuk mengizinkan semua ritel yang tidak penting, mulai dari department store hingga toko-toko kecil, untuk buka kembali
TRIBUN-BALI.COM, LONDON - Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pada Senin (25/05/2020), Inggris bisa membuka kembali semua toko ritel yang tidak penting pada 15 Juni jika virus corona baru tetap terkendali.
"Pada 15 Juni, kami bermaksud untuk mengizinkan semua ritel yang tidak penting, mulai dari department store hingga toko-toko kecil, untuk buka kembali," kata Johnson kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.
Tapi, "akan bergantung pada kemajuan melawan virus corona," tegas dia.
• Ini Panduan Protokol Kesehatan yang Harus Disiapkan bagi Peritel dan Pusat Belanja saat New Normal
Korban meninggal akibat virus corona di Inggris mencapai 36.914 orang, tertinggi di Eropa.
Namun, jumlah kematian dan infeksi baru virus corona di negeri Ratu Elizabeth II telah turun tajam dari puncaknya, dan negara ini akan membuka kembali pasar serta sekolah dasar pada 1 Juni nanti.
"Karena kemajuan yang kami buat, saya bisa, dengan keyakinan, membuat orang-orang Inggris memperhatikan perubahan yang ingin kami perkenalkan saat kami melangkah ke tahap kedua," ujar Johnson.
• Dibagi Menjadi 5 Tahapan, Berikut Skenario Tahapan New Normal untuk Pemulihan Ekonomi
Dia menyebutkan, pembukaan sekolah bisa berlanjut untuk tingkat menengah pada 15 Juni. "Kami meminta sekolah secara bertahap untuk buka kembali," katanya. "Saya yakin, akal sehat rakyat Inggris akan membantu kita". (*)
Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul, Inggris akan buka kembali semua toko ritel mulai 15 Juni, https://internasional.kontan.co.id/news/inggris-akan-buka-kembali-semua-toko-ritel-mulai-15-juni-jika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/negara-inggris.jpg)