Corona di Bali

Solusi Ditengah Pandemi Covid-19, Pengelola Hotel: Industri Perhotelan Siap Sambut Era New Normal

Sehingga metode new normal dirasa cukup baik sebagai solusi ke depan untuk hidup berdampingan dengan virus ini.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
General Manager (GM) Swiss-Belinn Legian Bali, Yati Artini 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – General Manager (GM) Swiss-Belinn Legian Bali, Yati Artini, mengaku siap dengan adanya new normal.

Ia mengaku hotel bintang 3 ini, siap asalkan arahannya jelas tidak parsial.

“Swiss-Belinn sudah tutup sejak Mei 2020, April kami mencoba untuk buka namun tingkat hunian (okupansi) hanya 5 persen. Jauh sekali terjun, padahal bulan Maret okupansinya 70 persen,” sebutnya kepada Tribun Bali, Senin (25/5/2020) di Badung.

Setelah Nyepi langsung drop. Tamu yang biasanya menginap di hotel ini hilang semua.

Setir Tak Berfungsi, Mobil Tabrak Motor dan Tiang Telepon di Samsam Tabanan

Pedagang Pasar Gianyar Sebut Merasa Lebih Nyaman Berdagang di Tempat Relokasi, Tapi Keluhkan Ini

Ini Sederet Drakor Kim Go Eun yang Memiliki Rating Tinggi, Goblin hingga The King: Eternal Monarch

 “Tamu kami itu, 45 persen turis Australia dan 20 persen turis Eropa, sisanya campuran. Kemudian ini hilang, sekarang market tutup jadi 65 persen habis total market saya,” jelasnya. Apalagi Australia memberlakukan travel ban sampai akhir tahun.

Dengan terpaksa, ia merumahkan karyawan. Serta melakukan efisiensi di hotel.

“Yang masih kerja paling security dan engineering,” katanya.

Satu diantara upaya efisiensi, adalah dengan penurunan daya listrik. Yati, sapaan akrabnya, telah mengajukan penurunan daya listrik dari 38 ribu KVA menjadi 24 ribu KVA.

“Turunnya baru dari Mei karena pengajuan April kemarin,” imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved