Breaking News:

Corona di Bali

Cok Ace: Alam Bali Mampu Jadi Daya Tarik Dalam Era New Normal

“Jika budaya belum bisa kita tampilkan secara utuh sebagaimana sebelumnya. Mari kita jadikan alam Bali sebagai daya tarik dalam era new normal,”

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti

Kearifan dan potensi lokal juga penting, sehingga bisa dikembangkan tetapi tidak bertentangan dengan protokol kesehatan pasca Covid-19.

Kearifan lokal dipadukan dengan protokol kesehatan, dalam hakekat new normal di kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

“Pada new normal bersih selalu identik dengan steril dan lain sebagainya, sedangkan di budaya Bali tidak hanya sekian. Ada lagi kebersihan dikaitkan dengan kesucian,” jelasnya.

Kesucian ini dalam kaitan dengan ritual keagamaan, bagaimana air tirta atau air disucikan menjadi air bersih dan suci lalu diminum.

Selanjutnya tentang kesehatan, dengan menjaga diri menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, hand sanitizer, dan disinfektan.

“Artinya makna virus harus dilawan, namun dalam budaya Bali ada kisah unik,” ucap Ketua PHRI Bali ini.

Ada cerita rakyat, bagaimana yang jahat berdampingan dengan yang baik, seperti barong dan rangda dalam kisah Calon Arang.

“Rangda diidentikkan dengan puncak atau sumber kekuatan atau virus. Ending cerita tidak pernah ada salah satu atau keduanya kalah atau menang, tapi yang terjadi adalah bagaimana mengharmonikan antara kedua kekuatan ini. Ini merupakan hal yang berbeda,” jelasnya.

Sehingga berbicara sehat dalam pengertian Covid -19 dengan sehat dalam pengertian Bali harus ada penyesuaian bagaimana memadukan keduanya, sehingga berjalan harmonis.

Kemudian keamanan, masyarakat menggunakan masker terutama kalau keluar rumah, social distancing antara satu dengan lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved