Breaking News:

Corona di Bali

Cok Ace: Alam Bali Mampu Jadi Daya Tarik Dalam Era New Normal

“Jika budaya belum bisa kita tampilkan secara utuh sebagaimana sebelumnya. Mari kita jadikan alam Bali sebagai daya tarik dalam era new normal,”

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Cok Ace
Cok Ace 

Sedangkan pada kebudayaan Bali sangat berbeda, sebab Bali mengandung sifat kolektif.

“Bagaimana nanti tari kecak harus pakai masker atau APD, bagaimana nanti proses palebon/ngaben dan sebagainya pake APD. Ini menjadi pertanyaan ke depan, apakah masih bisa ditampilkan kekuatan dan keunikan Bali sebagai daya tarik dikemudian hari,” katanya.

Jika melihat karakter new normal yang berbeda dengan budaya Bali, maka perlu direnungkan selain kebudayaan apa yang menarik wisatawan untuk datang ke Bali.

“Oke, tarian kecak tidak memungkinkan lagi dipentaskan jika anti virus belum ditemukan. Karena tidak mungkin penari memakai masker, atau APD  lainnya yang tidak estetika. Selain kebudayaan apa yang bisa kita tampilkan, atau bisa dijadikan tools untuk menarik wsiatawan datang ke Bali dan membedakan Bali dengan daerah lain,” sebutnya.

Berdasarkan data statistik, bahwa ketertarikan pariwisata datang ke Bali 65 persen karena faktor budaya, tarian, dan upacara.

Kedua adalah karena alam Bali dan keindahannya seperti pantai, gunung, sungai dan sebagainya dengan proporsi 30 persen termasuk sawah.

Sedangkan atraksi buatan mempunyai daya tarik hanya 5 persen.

“Mari kita bicara tentang alam Bali sekarang, andaikata budaya sementara sangat sulit dipadukan dengan protokol kesehatan mari kita ambil option kedua, mengambil alam Bali sebagai daya tarik pariwisata untuk turis datang ke Bali,” imbuhnya.

Posisi pulau Bali sangat strategis, karena diapit 2 samudera yakni Pasifik dan Hindia serta diapit dua benua besar yakni Asia dan Australia.

“Jadi komposisi Bali sangat strategis, kemudian dengan perpaduan gunung, laut, dan sebagainya sehingga nyaris sepanjang tahun temperatur alam Bali merata,” ujarnya.

Disamping itu, masyarakat Bali sadar bahwa alam Bali tidak hanya dihuni manusia saja, tetapi banyak kekuatan lain yang hidup di Bali dan berdampingan dengan semua yang ada di Bali.

“Kekuataan ini lah yang kemudian dijalin secara harmoni, oleh kegiatan upacara adat dan agama, seperti pakelem, nangluk merana, kemudian kegiatan lain yang intinya mengharmonikan alam dengan manusia Bali,” jelasnya.

Ini yang selalu dijaga oleh orang Bali, sehingga terjadi kebersamaan yang terus harmonis.

Nah berangkat dari perbedaan tersebut, ia tertarik menjadikan alam Bali sebagai daya tarik pasca Covid-19.

Temperatur suhu yang stabil, panas dan sejuk ini menjadi daya tarik dan pembeda bagi daerah lain.

“Mari jadikan kekuatan alam Bali yang harmoni dengan lingkungan, dan manusia untuk membangun pariwisata Bali ke depan,” tegasnya.

Membangun fasilitas dan kawasan pariwisata dengan mengedepankan kekuatan yang tadi, sehingga berbeda dengan yang lainnya.

“Jika budaya belum bisa kita tampilkan secara utuh sebagaimana sebelumnya. Mari kita jadikan alam Bali sebagai daya tarik dalam era new normal,” imbuh Cok Ace

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved