Corona di Bali

Hanya 426 Warga di Klungkung yang Lolos Daftar Kartu Pra Kerja

Ada 10.000 lebih warga asal Klungkung yang dirumahkan karena pandemi Covid-19. Namun, hanya 426 warga klungkung yang lolos daftar Kartu Pra-Kerja

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Gede Kesumajaya 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Wayan Arta (25), warga asal Desa Takmung, Klungkung, Bali, sudah dua bulan lebih dirumahkan dari tempatnya bekerja.

Ia pun sudah berusaha mendaftar untuk mengikuti program Kartu Pra Kerja.

Hanya saja, tiga kali gelombang pendaftaran, ia selalu gagal lolos untuk dapat mengikuti program Kartu Pra Kerja.

"Saat daftar itu ada testnya, seperti ujian untum seleksi. Saya yang perhotelan, agak susah juga jawab-jawab soal matematika yang menurut saya  rumit," jelas warga yang sebelumnya bekerja di bidang perhotelan tersebut.

5 Kebiasaan Ini Memiliki Dampak Buruk Pada Kesehatan, Banyak Orang yang Tidak Menyadarinya

Begini Panduan dan Cara Mengisi Data Sensus Penduduk Online 2020, Akses Laman sensus.bps.go.id

Pangdam IX/Udayana Tinjau Sejumlah Fasilitas Militer di Buleleng

Selain itu, menurutnya metode daftar program ini juga cukup rumit.

Beberapa kali ia tidak mampu mengakses laman pendafataran, ia pun yakin di Klungkung tidak banyak pekerja yang dirumahkan sepertinya mendapatkan kesempatan mengikuti program Kartu Pra Kerja.

"Bagi kami yang pekerja dirumahkan, diarahkan pemerintah untuk ikut program pra kerja agar mendapat bantuan keterampilan dan insentif. Tapi daftarnya saja cukup susah" jelasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Gede Kesumajaya menyampaikan, ada 10.000 lebih warga asal Klungkung yang dirumahkan karena pandemi Covid-19.

Diantara itu semua, hanya 426 orang yang lolos menerima Kartu Pra-Kerja.

“Gelombang pertama yang lolos sebanyak 113 orang, gelombang kedua sebanyak 171 orang dan gelombang ketiga lolos sebanyak 142 orang. Prosesnya melalui tes dan pengisian data sifatnya pribadi,” tandas Kesumajaya, Kamis (28/5/2020).

Kusumajaya menjelaskan, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena penentuan lolos tidaknya mendapatkan Kartu Pra-Kerja ditentukan oleh pemerintah pusat.

Hanya saja pihaknya telah mencoba memfasilitasi dengan cara melakukan pendampingan kepada 84 orang pencari Kartu Pra Kerja.

“Dari jumlah yang kami dampingi, saya tidak tahu berapa yang dinyatakan lolos. Sebab, kami hanya mendampingi saat mereka mendaftar, hasilnya diumumkan langsung melalui handphone. Oleh sebab itu, warga yang mengajukan Kartu Pra-Kerja kebanyakan yang sudah melek IT,” kata Kusumajaya.

Ia pun mengatakan, kedepannya masih ada pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang keempat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya.

“Mudah-mudahan pada gelombang ke empat nanti, banyak warga Klungkung yang kena PHK dapat lolos mendapatkan Kartu Pra Kerja, sehingga mereka dapat tambahan ketrampilan dan insentif,” tandas  Kesumajaya. (*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved