Corona di Bali

Langgar Jam Operasional, Empat Toko Modern di Buleleng Diberi SP1

Sebanyak empat toko modern di kawasan Kota Singaraja, diberikan Surat Peringatan (SP) 1 oleh Satpol PP Buleleng.

Istimewa
Satpol PP Buleleng saat melayangkan SP1 kepada salah satu toko modern di kawasan Kota Singaraja, lantaran melanggar jam operasional, Kamis (28/5/2020) malam 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak empat toko modern di kawasan Kota Singaraja, diberikan Surat Peringatan (SP) 1 oleh Satpol PP Buleleng.

SP1 ini diberikan lantaran empat toko modern itu telah melanggar jam operasional yang telah ditetapkan oleh Pemkab Buleleng untuk mencegah penularan covid-19.

Kepala Satpol PP Buleleng, I Putu Artawan dikonfirmasi Jumat (29/5/2020) mengatakan, empat toko modern yang membandel ini kepergok masih buka di atas pukul 18.00 wita, saat pihaknya menggelar sidak di kawasan Kota Singaraja, pada Kamis malam kemarin. 

Tak dapat mengelak, Satpol PP pun langsung melayangkan SP1 kepada pihak manajemen toko.

"Awalnya mereka mengelak. Ngakunya toko sudah tutup, tapi pintunya masih dibuka setengah. Katanya sedang persiapan tutup, tapi nyatanya kami lihat masih ada beberapa orang yang datang belanja. Alasan klasik itu. Mereka ini agak bengkung, jadi kami langsung layangkan SP1," jelas Artawan.

Donald Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Hapus Kekebalan Hukum Medsos Setelah Marah ke Twitter

Begini Prakiraan Cuaca dari BMKG untuk Seluruh Wilayah Bali Hari Ini

Terimbas Covid-19, Pengusaha Art Shop di Tegalalang Kini Andalkan Jualan Online

Bila di kemudian hari empat toko modern ini masih ditemukan melanggar ketentuan jam operasional, Artawan mengaku akan kembali melayangkan surat peringatan ke 2 dan ke 3.

Bila saja masih memengkung, Satpol PP akan memberikan rekomendasi kepada Dinas Perizinan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Buleleng untuk melakukan pencabutan izin usaha.

"Ketentuannya seperti itu, sanksi yang diberikan SP1 dulu, kalau masih membandel kami berikan SP2 dan SP3. Kalau masih membandel juga, kami akan berikan rekomendasi ke Dinas Perizinan untuk mencabut izin usahanya," jelas Artawan.

Resmi, Ke Bali via Bandara Ngurah Rai Per 29 Mei 2020 Wajib Bawa Surat Keterangan Negatif Covid-19

Diujicobakan Juli Mendatang, Pangdam IX/Udayana Sebut Konsep New Normal di Bali Mulai Dibuat

Seperti diketahui, untuk mencegah penularan covid-19, Bupati Buleleng mengeluarkan Surat Edaran Nomor 26/Satgas Covid19/V/2020 tanggal, 12 Mei 2020 tentang jam buka tutup pedagang pasar tradional, toko konvensional, maupun toko modern, pedagang klontong, warung dan pedagang kaki lima.

Di mana, dalam surat edaran itu, jam buka tutup dibatasi dari pukul 06.00 sampai pukul 18.00 wita. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved