Corona di Bali
Sepanjang PKM Hari Pertama di Sesetan, 41 Pengendara Terjaring Tidak Pakai Masker di Luar Rumah
Sepanjang hari pertama pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Pos Banjar Lantang Bejuh total ada 41 orang yang terjaring
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sepanjang hari pertama pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Pos Banjar Lantang Bejuh Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, total ada 41 orang yang terjaring tidak memakai masker, pada Kamis (28/5/2020).
Hal itu diungkapkan Lurah Sesetan, Ketut Sri Karyawati kepada Tribun Bali.
"Dari pagi sampai malam tadi ada masyarakat yang tidak pakai masker 41 orang pengendara," ujar Tut Karyawati
Menurutnya, pelaksanaan PKM Kelurahan maupun Desa Sesetan tergolong lancar, baik dari segi koordinasi, komunikasi dan pelaksanan di lapangan.
• Hari Pertama Efektif, 48 Orang Pelaku Perjalanan/Mandiri Jalani Swab PCR di RS Unud
• Curhat Viral Pasien Covid-19 di Maluku, Tak Tahan Jalani Isolasi 30 Hari karena Ungkap Fakta Ini
• 3 Zodiak Ini Memiliki Intuisi Jadi Mak Comblang yang Handal, Apa Zodiakmu Termasuk ?
"PKM pertama termasuk lancar petugas bisa berkoordinasi dan komunikasi sangat lancar, baik satgas gotong royong OPD, sehingga kegiatan kita hari ini, di samping sidak wajib masker, juga mengadakan patroli bersama tim," bebernya
Seperti diberitakan, Kelurahan dan Desa Sesetan mulai melaksakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Pos Banjar Lantang Bejuh Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (28/5/2020).
PKM dilaksanakan menyasar dua arah jalan diprioritaskan menyasar warga pelintas jalan yang tidak menggunakan masker.
PKM Desa maupun kelurahan dilaksanakan sesuai Perwali nomor 32 tahun 2020 dan surat persetujuan Wali Kota Denpasar nomor 180/118/HK/2020 perihal persetujuan PKM dan penempatan petugas di pos pantau.
Ketua Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Sesetan, I Wayan Dudik Mahendra mengatakan, pemantauan diprioritaskan bagi pengendara tidak bermasker.
Kepada warga yang tidak bermasker diberhentikan untuk didata dicatat nama dan KTP-nya.
Pada tahap awal tidak ada sanksi tegas bagi pelanggar.
"Kita utamakan persuasif, teguran lisan, lalu tertulis, jika ditemui tiga kali melanggar baru ada sanksi administratif atau sanksi adat bisa kami suruh ngepel banjar dan lainnya," ucapnya
Dijelaskan Dudik, pada tahap awal ini pihaknya sengaja memprioritaskan pada warga tidak bermasker.
Tidak menyasar seperti surat keterangan tugas/jalan maupun mudik.
"Surat tugas dan mudik tidak jadi prioritas pemeriksaan pertimbangannya kan ini sudah dalam kota, artinya sudah lewat pos pantau perbatasan PKM Kota," paparnya.
Pelaksanaan PKM Kelurahan dan Desa Sesetan dilaksanakan dalam dua shift, shift pertama jam 8 pagi hingga 2 siang lalu shift kedua jam 2 siang sampai 10 malam.
"Tidak hanya pemantauan di pos, kami juga patroli berkeliling Sesetan dengan pengeras suara memberikan upaya promotif dengan edukasi memberikan pengumuman pengingat kepada warga maupun pedagang bahwa upaya melawan Covid-19 belum selesai semua warga disiplin melaksanakan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta memghindari kerumunan," paparnya.
Untuk diketahui per Kamis (28/5/2020) Desa Adat Sesetan merupakan 1 dari 5 desa maupun kelurahan di Denpasar, Bali yang menerapkan PKM di wilayahnya seperti Desa Pemecutan Kaja, Desa Sanur Kauh, Kelurahan Panjer, dan Kelurahan Pedungan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kegiatan-pkm-desa-adat-sesetan-di-pos-banjar-lantang-bejuh.jpg)