Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Simak 5 Cara Membedakan Antara Madu Asli dan Palsu

Madu asli sendiri memiliki beragam karakteristik sesuai dengan sari bunga yang diisap lebahnya dan cuaca saat panen.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
intisari-online.com
Ilustrasi madu 

TRIBUN-BALI.COM - Mengetahui cara membedakan antara madu asli dan palsu sangat penting agar Anda tidak tertipu dengan uang yang sudah dikeluarkan untuk membelinya.

Madu asli memiliki banyak khasiat untuk tubuh, sebaliknya madu palsu mengandung kadar gula yang tinggi sehingga justru bisa membahayakan kesehatan.

Madu asli sendiri memiliki beragam karakteristik sesuai dengan sari bunga yang diisap lebahnya dan cuaca saat panen.

Madu yang beredar di Indonesia umumnya merupakan hasil dari lebah hutan (Apis dorsata), lebah unggul (Apis mellifera), dan lebah lokal yang biasa hidup di atas atap rumah (Apis cerana).

Kabar Baik, 8 Provinsi di Indonesia Ini Tak Mengalami Penambahan Kasus Virus Corona

Perempuan Lebih Rentan Alami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa?

Cara Polres Badung Cegah Penularan Covid-19 Saat Bertugas

Warna madu murni bervariasi dari putih hingga hitam.

Madu hitam yang memiliki kualitas baik biasanya dihasilkan dari lebah hutan, sedangkan madu budidaya yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat biasanya berwarna cokelat cerah.

Apa yang dimaksud dengan madu palsu?

Madu palsu adalah cairan yang secara fisik mirip dengan madu dari lebah, namun sebetulnya merupakan ‘oplosan’ madu yang dicampur bahan lain, terutama larutan sukrosa maupun sirup glukosa/fruktosa.

Tidak jarang pula produsen madu palsu ini mencampurkan bahan lain, seperti gula pasir, gula aren, air tape, minyak kelapa, dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC).

Untuk menambah kesan asli dari madu, tidak jarang produsen curang menambahkan air kapuk untuk mendapatkan efek busa pada madu.

 Sementara untuk mengentalkan madu palsu, bahan yang digunakan adalah gelatin atau sagu.

Tak hanya itu, madu yang didapat dengan memberikan larutan sukrosa sebagai asupan tawon budidaya juga dikategorikan sebagai madu palsu.

 Tak tanggung-tanggung, ada pula madu palsu yang dibuat 100 persen dari larutan gula yang ditambahkan asam sitrat dan beberapa bahan tambahan lainnya.

 Tak pelak, terdapat kandungan nutrisi yang sangat berbeda antara madu palsu dan madu asli.

Ramalan Zodiak Kesehatan 30 Mei 2020: Taurus Kurang Tidur, Scorpio Mengalami Mood Swing Seharian

Bali United Minta Liga I Indonesia Kembali Bergulir, Alasannya Mampu Libatkan Banyak Tenaga Kerja

Bali United Minta Liga 1 Tetap Bergulir di Tengah Corona dengan Memperhatikan Protokol Kesehatan

Kandungan sukrosa pada madu palsu sangat dominan, sedangkan madu asli juga memiliki mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor, kalium, serta berbagai vitamin. Madu palsu juga tidak memiliki enzim yang hanya bisa dibuat oleh lebah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved