Breaking News:

Virus Corona

4 Perubahan yang Perlu Diantisipasi Bisnis Kuliner Saat New Normal

Punya bisnis kuliner atau baru akan memulai usaha, 4 perubahan ini harus diantisipasi menghadapi new normal

Editor: Irma Budiarti
Pixabay
Ilustrasi bisnis kuliner. 

TRIBUN-BALI.COM - Wabah virus Corona berdampak ke segala sektor termasuk bisnis makanan dan minuman.

Restoran dan kafe tidak melayani dine-in atau makan langsung untuk mencegah penyebaran virus.

Untuk mengantisipasinya, banyak restoran dan kafe yang kini menerapkan konsep pesan antar makanan, take away, hingga drive thru.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengemukakan beberapa cara agar para pelaku bisnis, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) makanan dan minuman dapat bertahan di tengah pandemi. 

"Bagaimana kita memasarkan produk ini terjadi perubahan, meng-handling makanan terjadi perubahan, semua harus mengikuti protokol kesehatan," ujar Adhi dalam telekonferensi Krista Exhibitions bertajuk Recovery of the Food & Beverage Industry After Covid-19, Rabu (20/5/2020).

Lebih jelasnya, terdapat empat perubahan yang perlu diantisipasi dengan adanya perubahan pola kehidupan dan bisnis makanan dan minuman.

1. Shifting in Sales Channels

Pertama, Adhi mengungkapkan soal shifting in sales channels atau pergeseran saluran penjualan.

Menurutnya, saluran penjualan makanan kini semuanya harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

"Saya beberapa kali order makanan dari warung-warung dan mereka ternyata juga mengikuti protokol, mereka mengikat kemasan atau bungkus makanannya dengan plastik dan mengikatnya dengan cable ties," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved