Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

76 Orang dari Banjar Pemeregan Denpasar Dites Rapid, Ini Hasilnya

Sebanyak 76 pedagang, tukang parkir dan warga di-rapid test di Banjar Pemeregan Denpasar, Bali.

Tayang:
Tribun Bali/Putu Supartika
Jalan Gunung Kawi dan Jalan Gunung Raung Denpasar ditutup, Senin (1/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebanyak 76 pedagang, tukang parkir dan warga di-rapid test di Banjar Pemeregan Denpasar, Bali.

Mereka yang dites rapid merupakan pedagang yang berjualan di Pasar Pemeregan dan warga yang sempat kontak dengan salah satu pedagang positif Covid-19 di pasar tersebut.

Dari hasil rapid test yang digelar Senin (1/6/2020) pukul 15.00 Wita, semuanya dinyatakan non reaktif.

Selain itu, akses di Jalan Gunung Kawi dan Jalan Gunung Raung, wilayah Banjar Pemeregan, Kelurahan Pemecutan, Denpasar ditutup untuk umum.

Penutupan ini mulai dilaksanakan pada Senin (1/6/2020) pukul 08.00 Wita.

Pantai Kuta Masih Ditutup, Wisatawan Nekat Terobos Masuk Kawasan Pantai

Dua Kecelakaan Terjadi di Wilayah Kota Denpasar, Dua Orang Tak Sadarkan Diri

Stok di PMI Menipis, FSP PAR-SPSI Bali Gelar Donor Darah di Masa Pandemi Covid-19


Pantauan di lapangan, setiap pintu masuk ditutup dengan bambu serta kayu.

Segala aktivitas perdagangan juga tak berlangsung sebagaimana biasanya, di mana wilayah ini selalu padat oleh aktivitas jual beli.

Penutupan ini dilakukan karena satu pedagang sayur yang mengontrak kios di wilayah Jalan Gunung Kawi dinyatakan positif Covid-19.

Pedagang ini berasal dari Desa Tegal Kerta, seorang lelaki berusia 54 tahun.

Saat ini pedagang tersebut sudah menjalani perawatan di RSUD Wangaya.

Camat Denpasar Barat, AA Ngurah Made Wijaya mengatakan pedagang tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 pada Minggu (31/5/2020) kemarin dari hasil swab di RSUD Wangaya.

Selain itu, pedagang ini juga memang memiliki riwayat penyakit bawaan yakni kencing manis dan usus buntu.

Cegah Duktang Ilegal Lolos, Koster Tegaskan Sudah Tambah Petugas di Gilimanuk Sejak Kemarin

Bupati Anas dan Tokoh Lintas Agama Konsolidasi Persiapan New Normal Keagamaan

Kasus Meninggal Pasien Covid-19 di Bali Bertambah 1 Orang, 5 Orang Sembuh


"Dengan kejadian ini, kami langsung koordinasi dengan Lurah Pemecutan, Kepala Lingkungan Banjar Pemeregan, untuk melakukan langkah antisipasi. Langkah pertama kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan," kata Wijaya.

Selanjutnya diputuskan juga untuk melakukan penutupan akses Jalan Gunung Kawi dan Jalan Gunung Raung serta pedagang maupun toko yang berjualan pada radius 10 meter dari kios milik pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.

Penutupan ini direncanakan dilakukan selama dua hari hingga Selasa (2/6/2020) esok.

"Kami juga sudah menggelar rapat dengan Lurah, Kaling, Satpol PP dan Dinas kesehatan untuk langkah pencegahan penularannya dan sore ini pukul 15.00 Wita akan dilakukan rapid test untuk pedagang yang berjualan di radius 10 meter beserta keluarganya," imbuhnya.

Pihaknya juga sudah melakukan pendataan terhadap pedagang kios atau toko serta pedagang bermobil yang berjualan di Pasar Pemeregan ini.

Adapun jumlah pedagang yang berjualan di lokasi ini sebanyak 180 orang pedagang di mana 80 di antaranya merupakan pedagang bermobil.

Oknum Pendatang Tak Penuhi Syarat Masuk Bali, Pacalang Mengaku Kecewa

Kasus Meninggal Pasien Covid-19 di Bali Bertambah 1 Orang, 5 Orang Sembuh

Berbagi 30 Ton Beras, Koster Puji Kader PDIP Lebih Banyak yang Dikerjakan Daripada Beritanya


Sementara itu, Kelihan Adat Banjar Pemeregan, Gung Anis mengatakan untuk dua hari ini semua aktivitas perdagangan di pasar ditutup karena aktivitas di pasar ini padat.

"Sementara untuk aktivitas pedagang belum kami perbolehkan, nanti jika hasil rapid test-nya non reaktif semua baru dibuka kembali. Rencananya sampai besok," katanya

Pihaknya juga mengimbau warganya yang sempat berinteraksi dengan pedagang tersebut untuk datang melakukan rapid test ke banjar.

"Kami sudah imbau lewat grup WhatsApp kepada warga kami, kami minta kejujurannya jika memang sempat berinteraksi langsung dengan pedagang tersebut untuk melaporkan diri ke banjar," katanya.

Gung Anis menambahkan, penutupan jalan tersebut hanya untuk pembatasan akses orang luar masuk ke daerah tersebut.

Sementara untuk aktivitas warga yang berada di dua jalan tersebut masih berlangsung seperti biasa kecuali untuk kegiatan perdagangan.

"Kami batasi orang luar masuk, biasanya kan jalan ini digunakan sebagai jalan alternatif. Nanti akan dijaga pecalang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved