Corona di Bali

Cegah Oknum Pendatang Tak Memenuhi Syarat Masuk Bali, Pemprov Terapkan Sekat Berlapis

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah berupaya mencegah oknum pendatang yang tak memenuhi syarat masuk ke Pulau Dewata

Pixabay
Gapura Gilimanuk Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah berupaya mencegah oknum pendatang yang tak memenuhi syarat masuk ke Pulau Dewata.

Selain menerapkan syarat-syarat medis seperti surat keterangan non reaktif tes cepat Covid-19, Gugas Covid-19 Provinsi Bali juga menempatkan petugas pemeriksaan di titik-titik tertentu yang disebut dengan cek point.

Cek point ini bahkan dimulai dari Banyuwangi, Ketapang dan juga di Gilimanuk.

Selain itu, pemeriksaan pendatang juga ditopang oleh Satgas Gotong Royong yang ada di desa adat sebagai benteng terakhir yang ditunjang aplikasi cek diri berbasis desa adat.

Pola pemeriksaan ini membuat oknum yang berhasil melewati pemeriksaan awal tidak begitu saja bisa melenggang masuk ke Bali.

Bahkan oknum ini bisa kembali dipulangkan meski sudah masuk ke Bali jika ternyata tak memenuhi syarat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan dan pengelola pintu masuk Bali untuk menghadapi potensi arus balik pasca-Lebaran.

Ia mengakui masih ada kemungkinan lolosnya oknum dari Ketapang ke Bali.

Hal ini disebabkan karena sistem tiketing yang manual dan tingginya volume penyeberangan di jam-jam tertentu, dimana petugas sedang tidak dalam keadaan terbaiknya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved